Hanya 21 Kasus, Angka Karhutla di Karimun Turun Drastis pada Triwulan II 2026

- Author

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Api membakar hutan dan lahan di Lembah Murni, Kelurahan Pasir Panjang. (Foto: Dokumen Damkar)

Api membakar hutan dan lahan di Lembah Murni, Kelurahan Pasir Panjang. (Foto: Dokumen Damkar)

KARIMUN, KepriHeadline.id – Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengalami penurunan drastis pada triwulan II tahun 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karimun mencatat hanya terdapat 21 kasus sepanjang April hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut turun sekitar 89 persen dibandingkan triwulan I atau periode Januari hingga Maret 2026 yang mencapai 191 kasus.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Damkar Kabupaten Karimun, Hendra Hidayat, mengatakan penurunan jumlah karhutla dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mulai membaik setelah puncak fenomena El Nino pada awal tahun.

“Kita memang masih diuntungkan. Di awal tahun kemarin El Nino terjadi, bahkan beberapa daerah di Sumatra sudah mengeluarkan status siaga karhutla. Meskipun dampaknya sekarang masih terasa, puncaknya yang besar itu terjadi pada triwulan I,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Meski demikian, Hendra menegaskan persoalan karhutla di Karimun belum sepenuhnya selesai. Berdasarkan hasil evaluasi BPBD dan Damkar, sebagian besar kejadian kebakaran masih dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan semak dengan cara dibakar.

Sepanjang triwulan II, luas lahan yang terbakar bervariasi, mulai sekitar 500 meter persegi hingga mencapai 1 hektare. Mayoritas titik kebakaran ditemukan di wilayah Pulau Karimun Besar yang masih memiliki banyak lahan semak kering.

Menurut Hendra, kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar menjadi tantangan yang harus diatasi bersama karena berpotensi memicu kebakaran lebih luas, terutama saat kondisi cuaca kering.

Karena itu, BPBD dan Damkar Karimun berharap aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan secara sengaja agar memberikan efek jera.

“Kami berharap APH bisa memberikan shock therapy, karena selama ini kami hanya fokus pada penanggulangan dan pemadaman di lapangan,” katanya.

Selain penegakan hukum, Hendra juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Kalaupun memang harus melakukan pembakaran, tetap harus diawasi dengan ketat dan jangan ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.

BPBD dan Damkar Karimun berharap tren penurunan kasus karhutla dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB