KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian akhirnya memberikan penjelasan terkait keberadaan Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang menjadi perhatian publik di tengah krisis kelistrikan akibat gangguan pada infrastruktur jaringan di PLTD Bukit Carok. Gangguan tersebut memicu pemadaman listrik berskala luas di Pulau Karimun sejak Senin (20/7/2026).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Karimun, Aribowo Hadibroto, mengatakan Bupati Iskandarsyah telah berada di Jakarta untuk menjalankan agenda kedinasan yang telah dijadwalkan jauh sebelum insiden blackout terjadi.
“Pak Bupati berangkat ke Jakarta pada Senin (20/7/2026) sore. Keberangkatan itu merupakan agenda kedinasan yang sudah tersusun sebelumnya, sehingga sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa gangguan kelistrikan yang baru terjadi pada Senin sore,” kata Aribowo saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, selama berada di ibu kota, Bupati Iskandarsyah mengikuti sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan kepentingan pembangunan Kabupaten Karimun.
Salah satunya menghadiri agenda di Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait penguatan penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, Bupati juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda koordinasi di kementerian lainnya.
Menurut Aribowo, meski berada di luar daerah, Bupati Iskandarsyah tidak lepas tangan terhadap kondisi yang terjadi di Karimun. Sejak gangguan kelistrikan terjadi, Bupati disebut terus memantau perkembangan situasi melalui laporan berkala dari jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun dan PT PLN (Persero).
“Beliau secara intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah maupun PLN untuk mengetahui perkembangan penanganan di lapangan. Arahan yang disampaikan jelas, yaitu agar seluruh upaya percepatan pemulihan dilakukan semaksimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik secara normal,” ujarnya.
Pada waktu yang bersamaan, Pak Wakil Bupati juga sedang menghadiri agenda partai yang telah dijadwalkan sebelumnya dan memang tidak dapat diwakilkan. Namun komunikasi dan koordinasi antara pimpinan daerah dengan seluruh perangkat pemerintah maupun PLN tetap berjalan tanpa kendala.
Aribowo juga menegaskan, dalam situasi kedaruratan, kepemimpinan kepala daerah tidak semata-mata diukur dari keberadaannya secara fisik di lokasi, tetapi juga dari efektivitas koordinasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan memastikan seluruh perangkat pemerintahan bekerja sesuai tugas dan kewenangannya.
“Seluruh perangkat daerah tetap bekerja menjalankan fungsi masing-masing. Koordinasi dilakukan tanpa henti agar penanganan berlangsung cepat dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Ia mengakui, blackout yang terjadi telah menimbulkan dampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pelayanan publik, kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karimun terus berkoordinasi dengan PLN agar proses normalisasi sistem kelistrikan dapat dipercepat.
Selain mendorong percepatan pemulihan, Pemkab Karimun juga meminta agar informasi mengenai perkembangan penanganan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Aribowo mengatakan pemerintah memahami munculnya pertanyaan dan kritik dari masyarakat terkait kondisi yang terjadi. Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian publik terhadap pelayanan pemerintahan.
“Kami menghargai setiap masukan yang disampaikan masyarakat. Namun kami juga berharap masyarakat dapat menyikapi setiap informasi secara bijak dan mengedepankan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sesuai agenda yang telah disusun, Bupati Iskandarsyah dijadwalkan kembali ke Karimun pada Kamis (23/7/2026) untuk melanjutkan tugas pemerintahan sekaligus memantau langsung perkembangan pemulihan pasokan listrik di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus mengawal proses pemulihan kelistrikan bersama PLN dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” kata Aribowo.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







