KARIMUN, KepriHeadline.id – Kelistrikan di wilayah Pulau Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, lumpuh lebih dari 15 jam setelah satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mengalami kebakaran pada Senin (20/7/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Gangguan pada mesin pembangkit tersebut mengakibatkan sistem kelistrikan Karimun padam total. Hingga Selasa (21/7/2026) pagi, pasokan listrik baru berhasil dipulihkan secara bertahap di sejumlah wilayah, sementara kawasan lainnya masih mengalami pemadaman.
Kondisi itu memicu kekecewaan masyarakat. Puluhan warga mendatangi Kantor PLN ULP Tanjung Balai Karimun di Jalan Sei Ayam pada Senin malam untuk meminta penjelasan terkait padamnya listrik yang berlangsung berjam-jam.
Masyarakat yang berkumpul di kantor PLN baru membubarkan diri sekitar pukul 04.00 WIB, setelah aparat dari Polres Karimun bersiaga di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada Selasa pagi, personel kepolisian masih terlihat berjaga di depan Kantor PLN sebagai langkah antisipasi apabila kembali terjadi aksi penyampaian aspirasi dari masyarakat.
Sejumlah warga mengaku terdampak akibat padamnya listrik yang berlangsung sejak sore hingga pagi hari. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman juga menyebabkan pelaku usaha mengalami kerugian.
“Saya punya warung makan. Bahan makanan di kulkas mulai khawatir rusak karena listrik mati terlalu lama. Kami berharap PLN bisa segera menormalkan listrik dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata seorang warga Karimun, Andi.
Keluhan serupa disampaikan Siti, warga lainnya, yang mengaku kesulitan beraktivitas sejak listrik padam.
“Semalaman kami tidak bisa tidur karena cuaca panas. Air juga sulit karena pompa tidak bisa digunakan. Yang kami harapkan hanya informasi yang jelas kapan listrik benar-benar normal,” ujarnya.
Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa pemadaman dipicu oleh kebakaran pada salah satu unit mesin PLTD yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Pulau Karimun. Perusahaan menyatakan proses perbaikan dan pemulihan sistem terus dilakukan secara bertahap agar pasokan listrik kembali normal secepatnya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







