KARIMUN, KepriHeadline.id – Sebanyak 750 calon pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun hingga kini belum dapat menikmati layanan air bersih karena belum tersedianya jaringan pipa distribusi di kawasan tempat tinggal mereka.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan, kendala utama yang dihadapi perusahaan bukan pada kapasitas pelayanan, melainkan belum tersambungnya jaringan distribusi ke wilayah para pemohon.
“Kenapa belum bisa kami realisasikan? Karena di lokasi mereka belum ada jaringan kami. Kalau jaringan belum tersedia, kami tidak bisa memberikan pelayanan kepada calon pelanggan baru,” ujar Ferry, Selasa (7/7/2026).
Ferry menjelaskan, sebelumnya jumlah daftar tunggu sambungan baru sempat mencapai sekitar 990 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebagian telah berhasil dilayani sehingga kini tersisa sekitar 800 antrean. Dari total tersebut, sekitar 750 calon pelanggan masih menunggu pembangunan jaringan pipa baru.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda Tirta Mulia Karimun terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun guna mencari sumber pendanaan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi.
Menurut Ferry, pembangunan jaringan pipa baru diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
“Untuk membangun jaringan tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp20 sampai Rp30 miliar. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, apakah pendanaannya dapat menggunakan APBD atau APBN,” katanya.
Selain mengupayakan dukungan dari pemerintah daerah, Perumda Tirta Mulia juga diminta melakukan pendekatan langsung ke pemerintah pusat guna memperoleh bantuan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski demikian, Ferry mengakui peluang memperoleh anggaran tersebut tidak mudah mengingat kondisi fiskal nasional yang masih cukup ketat.
“Kami diinstruksikan untuk menjemput bola ke APBN, tetapi dengan kondisi sekarang memang cukup sulit,” ujarnya.
Perumda Tirta Mulia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat segera menghasilkan solusi pendanaan. Dengan demikian, pembangunan jaringan distribusi air bersih dapat direalisasikan sehingga ratusan warga yang masih berada dalam daftar tunggu dapat segera memperoleh layanan air bersih.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







