Harga Bahan Kimia Naik 70 Persen, Tarif Air di Karimun Diusulkan Naik

- Author

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debit Air Waduk Sei Bati Turun Signifikan, Perumda Tirta Mulia Siapkan Antisipasi

Debit Air Waduk Sei Bati Turun Signifikan, Perumda Tirta Mulia Siapkan Antisipasi

KARIMUN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun tengah mengkaji penyesuaian tarif air bersih yang diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Rencana tersebut muncul setelah biaya operasional perusahaan meningkat signifikan, terutama akibat kenaikan harga bahan kimia untuk pengolahan air.

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Feri Kurniawan, mengatakan lonjakan biaya produksi dipicu meningkatnya harga sejumlah bahan baku utama, seperti soda ash, tawas (alum), dan kaporit.

Menurut dia, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi rantai pasok dan harga komoditas internasional.

“Beban operasional kami meningkat cukup tajam. Harga bahan kimia utama untuk pengolahan air naik hingga hampir 70 persen, sehingga berdampak langsung terhadap biaya produksi,” kata Feri, baru-baru ini.

Feri menjelaskan, tarif air yang berlaku saat ini belum pernah mengalami penyesuaian sejak 2018. Sementara itu, biaya operasional terus meningkat dari tahun ke tahun hingga dinilai tidak lagi sebanding dengan pendapatan perusahaan.

Karena itu, penyesuaian tarif dinilai menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan agar operasional perusahaan tetap berjalan dan pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.

Ia menambahkan, Kuasa Pemilik Modal (KPM) telah meminta manajemen melakukan kajian terhadap besaran tarif yang dinilai ideal sesuai kondisi terkini.

“Kami diminta menghitung kembali formulasi tarif karena kenaikan biaya produksi sudah menjadi beban yang cukup berat bagi perusahaan,” ujarnya.

Saat ini, Perumda Tirta Mulia Karimun masih melakukan penghitungan secara menyeluruh sebelum mengusulkan besaran penyesuaian tarif.

Berdasarkan simulasi awal, kenaikan tarif diperkirakan berada di kisaran 30 persen dari tarif yang berlaku saat ini dan akan diberlakukan bagi seluruh kategori pelanggan.

Feri menegaskan, langkah tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan layanan air bersih sekaligus memastikan kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini. Penyesuaian tarif dilakukan agar distribusi air bersih tetap berjalan dengan baik dan kualitas layanan tetap dapat dipertahankan,” kata dia.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB