KARIMUN, KepriHeadline.id – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,13 miliar untuk melaksanakan program preservasi jalan dan jembatan di Kabupaten Karimun sepanjang 2026. Program tersebut mencakup peningkatan ruas jalan nasional, pembangunan box culvert, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur pendukung.
Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas jalan nasional sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.
Pengawas Lapangan BPJN Kepri, Hendra, mengatakan peningkatan infrastruktur akan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya ruas jalan nasional dari Tanjung Balai hingga Pasir Panjang serta pembangunan box culvert di kawasan Sei Raya, Kecamatan Meral.
“BPJN Kepri akan melakukan peningkatan ruas jalan mulai dari Tanjung Balai sampai Pasir Panjang, pembangunan box culvert di Sei Raya Meral, serta pemeliharaan bangunan seperti drainase, pemerataan jalan, dan pekerjaan lainnya,” kata Hendra, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, peningkatan jalan dilakukan menggunakan lapisan aspal slurry seal pada tiga ruas jalan nasional dengan total panjang sekitar 4,5 kilometer.
Selain pengaspalan, proyek juga meliputi perataan badan jalan, pekerjaan mortar, pembersihan drainase, pengendalian tanaman liar, serta pemeliharaan fasilitas jalan lainnya untuk menjaga kondisi jalan tetap layak digunakan.
Hendra menjelaskan, pembangunan box culvert di Sei Raya ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kalender sesuai kontrak yang dikerjakan oleh CV Sago Bintang Jaya.
Sementara itu, keseluruhan proyek preservasi jalan dan jembatan memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.134.135.000 dengan masa pelaksanaan selama 298 hari kalender, terhitung sejak 9 Maret 2026.
“Peningkatan dan pemeliharaan jalan beserta pekerjaan lainnya akan berlangsung selama 298 hari. Masyarakat dapat melihat rincian pekerjaan melalui papan informasi proyek yang terpasang di ruas jalan menuju Pelabuhan Roro,” ujarnya.
Hendra mengungkapkan, pembangunan box culvert di Sei Raya memang berdampak pada aktivitas lalu lintas masyarakat untuk sementara waktu. Namun, pekerjaan tersebut harus segera dilakukan karena struktur bangunan bawah atau abutment pada box culvert lama mengalami keretakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Box culvert sebelumnya sudah mengalami keretakan sehingga perlu segera diperbaiki. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu agar aktivitas masyarakat kembali normal,” katanya.
BPJN Kepri juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan proyek dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang.
Ia turut mengapresiasi inisiatif warga sekitar yang membuka jalur alternatif bagi pengendara sepeda motor sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung selama proses pembangunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berinisiatif membuat jalan alternatif. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Semoga seluruh pekerjaan berjalan lancar demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar Hendra.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







