KARIMUN, KepriHeadline.id — Dua remaja dilaporkan menjadi korban insiden yang diduga akibat sambaran petir di kawasan KIC Teluk Paku, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (24/6/2026) siang.
Dalam peristiwa tersebut, satu remaja berinisial AD (16) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara seorang remaja lainnya berinisial AP (13) mengalami kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Lurah Pasir Panjang, Eko Irwanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat wilayah setempat diguyur hujan.
“Iya, kejadiannya siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu kondisi memang sedang hujan. Satu orang meninggal dunia di lokasi, sementara satu orang lainnya dibawa ke rumah sakit,” kata Eko, Rabu.
Eko menjelaskan, saat kejadian terdapat lima remaja yang berada di lokasi. Ketika hujan turun, mereka berusaha mencari tempat untuk berteduh.
Namun, diduga pada saat berteduh terjadi sambaran petir yang mengakibatkan dua orang menjadi korban. Tiga remaja lainnya kemudian bergegas mencari bantuan untuk memberikan pertolongan.
“Terdapat lima orang di lokasi. Saat hujan mereka berteduh, kemudian tiga orang lainnya pergi mencari bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Meral IPTU Wardi Purbowo mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologis pasti kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima, kedua korban diduga terdampak sambaran petir saat berada di kawasan KIC Teluk Paku.
“Kami masih melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian. Dugaan sementara korban terkena dampak sambaran petir saat cuaca hujan disertai petir,” kata Wardi.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat yang disertai petir, terutama ketika berada di area terbuka.
“Kami mengimbau warga agar segera mencari tempat yang aman ketika hujan disertai petir dan menghindari berteduh di lokasi terbuka yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







