KARIMUN, KepriHeadline.id – Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun terus mempersiapkan diri untuk meningkatkan konektivitas udara di wilayah Kepulauan Riau. Salah satu strategi yang tengah didorong adalah menjadikan Bandara RHA sebagai feeder atau pengumpan bagi rute penerbangan komersial yang menghubungkan Kepulauan Riau dengan Pekanbaru, Riau.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Raja Haji Abdullah Karimun, M. Subiat Wiranata Kusuma, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dan melakukan pertemuan intensif dengan sejumlah maskapai penerbangan guna membuka peluang rute baru dari dan menuju Karimun.
Menurut Subiat, salah satu maskapai yang telah diajak berdiskusi adalah Wings Air. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah opsi rute penerbangan telah dibahas, meski hingga kini belum tercapai kesepakatan final terkait rute yang akan dioperasikan.
“Kami sudah melakukan pertemuan intensif dengan beberapa maskapai. Salah satunya Wings Air yang telah menyampaikan beberapa alternatif rute penerbangan. Namun, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait aspek komersial dan potensi pasar,” kata Subiat.
Ia menjelaskan, Bandara RHA diarahkan untuk mengadopsi konsep hub and spoke, di mana Karimun berperan sebagai daerah pengumpan (spoke), sementara Pekanbaru menjadi pusat konektivitas (hub).
Dalam skema tersebut, rute yang dinilai paling potensial adalah penerbangan yang menghubungkan Tanjungpinang–Karimun–Pekanbaru. Rute ini diharapkan mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pemerintahan dan sektor industri yang berkembang di Kabupaten Karimun.
“Harapan kami, rute ini dapat menjadi solusi konektivitas udara yang efektif karena mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha di Karimun,” ujarnya.
Selain menjajaki kerja sama dengan Wings Air, pihak Bandara RHA juga berencana melakukan pembahasan dengan Citilink dalam waktu dekat. Maskapai tersebut dinilai memiliki armada yang sesuai dengan kondisi landasan pacu Bandara RHA saat ini.
Subiat mengungkapkan, Citilink memiliki sejumlah pesawat ATR 72 yang saat ini sedang menjalani perawatan dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Juni 2026.
“Dalam waktu dekat kami akan berdiskusi dengan Citilink. Mereka menyampaikan bahwa enam pesawat ATR yang sedang menjalani perawatan akan selesai pada Juni 2026, dan salah satunya berpotensi ditempatkan untuk mendukung operasional di Karimun,” katanya.
Saat ini Bandara Raja Haji Abdullah Karimun memiliki landasan pacu sepanjang 1.700 meter yang mampu melayani operasional pesawat jenis ATR 72. Ke depan, pemerintah berencana memperpanjang runway hingga mencapai 2.000 sampai 2.200 meter.
Apabila pengembangan tersebut terealisasi, Bandara RHA akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus maupun Boeing. Kondisi ini diyakini akan membuka peluang rute penerbangan baru sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai salah satu gerbang transportasi udara strategis di wilayah Kepulauan Riau.
Dengan peningkatan konektivitas udara dan dukungan maskapai penerbangan, Bandara RHA diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas penumpang, investasi, dan aktivitas perdagangan antardaerah.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







