KARIMUN, KepriHeadline.id – Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dibatasi oleh perbedaan status antara warga tempatan dan pendatang. Menurut dia, kemajuan daerah ditentukan oleh kontribusi nyata masyarakat dalam membangun Kabupaten Karimun.
Pernyataan tersebut disampaikan Iskandarsyah usai melantik pengurus Keluarga Agam di Gedung Pertemuan Masyarakat (PKSB) Karimun, Minggu (24/5/2026).
“Bagi kami yang penting itu bukan masalah pendatang atau tidak, tapi perannya. Peran itu yang menjadi ukuran bagaimana kita memajukan daerah,” ujar Iskandarsyah.
Ia mengatakan, seluruh elemen masyarakat memiliki posisi yang sama dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk organisasi kemasyarakatan dan paguyuban kedaerahan yang selama ini tumbuh di Karimun.
Menurut dia, keberadaan paguyuban warga dari berbagai daerah, seperti Sumatera Barat maupun Sumatera Utara, telah memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Iskandarsyah juga menilai sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat penting untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Karimun.
“Kami butuh kebersamaan menciptakan rasa aman dan nyaman. Orang tidak akan mau datang ke kampung kita apabila tidak ada rasa aman dan nyaman tadi, baik itu investor maupun wisatawan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini fokus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor investasi dan pariwisata. Namun, menurut dia, pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan dukungan seluruh masyarakat agar roda ekonomi daerah dapat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.
“Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku dan asal daerah untuk merapatkan barisan dan bersama-sama mengawal kemajuan Kabupaten Karimun ke depan,” tutur Iskandarsyah.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







