KARIMUN, KepriHeadline.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tanjungbalai Karimun buka suara terkait sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Karimun yang mengalami blackout atau padam total pada Rabu, 18 Maret 2026.
Padamnya sistem kelistrikan di Karimun menjadi keluhan masyarakat Karimun, karena sebelumnya kasus padam total di Karimun juga terjadi beberapa waktu lalu. Gangguan tersebut dipicu kebakaran lahan di sekitar kawasan Masjid Agung yang menyebabkan kabel listrik putus.
Manager PLN Rayon Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan, menjelaskan bahwa insiden tersebut berdampak langsung pada sistem kelistrikan di wilayah Karimun.
“Gangguan terjadi akibat kebakaran lahan di sekitar Masjid Agung yang menyebabkan jaringan kabel listrik mengalami kerusakan hingga putus. Hal ini memicu terjadinya blackout pada sistem Tanjung Balai Karimun,” ujar Ahmad Subhan.
Ia menambahkan, selain menyebabkan pemadaman luas, gangguan tersebut juga berdampak pada dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sistem Karimun yang ikut terganggu operasionalnya.
Menurut Ahmad, saat ini tim teknis dari PT PLN (Persero) tengah bekerja secara intensif untuk memperbaiki jaringan yang terdampak serta memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap.
“Proses perbaikan terus kami lakukan secara maksimal, baik pada jaringan distribusi maupun pembangkit. Pemulihan dilakukan bertahap untuk memastikan sistem kembali stabil dan aman,” katanya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik tersebut.
Ahmad mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan memberikan waktu bagi petugas dalam menyelesaikan proses perbaikan.
“Kami mohon maaf atas gangguan ini dan mengharapkan pengertian dari masyarakat. Kami pastikan seluruh tim terus bekerja agar pasokan listrik dapat segera normal kembali,” tutupnya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







