Pemkab Karimun Targetkan Maret 2026 Seluruh Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kundur Rampung

- Author

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Karimun Iskandarsyah Memimpin Upacara Hari Jadi Otonomi Daerah Karimun ke-26. FOTO: Rian/Prokopim

Bupati Karimun Iskandarsyah Memimpin Upacara Hari Jadi Otonomi Daerah Karimun ke-26. FOTO: Rian/Prokopim

KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau Kundur, Kecamatan Kundur Barat. Lahan seluas 6 hektare telah disiapkan dan dinyatakan layak setelah ditinjau tim verifikasi pemerintah pusat.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah mengebut penyelesaian seluruh dokumen administrasi guna mengejar target pembangunan fisik dari pemerintah pusat.

“Tim verifikasi sudah meninjau lokasi lahan. Kalau ditanya layak, sudah. Tinggal kita selesaikan AMDAL, sertifikat lahan, termasuk analisis dampak lalu lintas,” ujar Iskandarsyah, Jumat (20/2/2026).

Menurut dia, secara prinsip lahan yang disiapkan telah diterima. Namun, sejumlah dokumen teknis masih perlu difinalisasi, seperti surat keputusan (SK) hibah lahan serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

“Pada prinsipnya lahan bisa diterima. Tinggal nanti SK hibahnya dan AMDAL. Ini yang harus segera dipersiapkan,” katanya.

Iskandarsyah menambahkan, pemerintah daerah harus bergerak cepat mengingat adanya pembaruan persyaratan dari pemerintah pusat secara berkala. Efisiensi waktu menjadi kunci agar momentum pembangunan tidak terlewat.

Pemkab Karimun menargetkan seluruh dokumen persyaratan rampung pada Maret 2026. Jika administrasi dinyatakan lengkap, pemerintah pusat akan segera memulai pembangunan fisik Sekolah Rakyat tersebut.

“Mudah-mudahan bulan Maret 2026 seluruh persyaratan sudah tuntas,” ujar dia.

Lebih dari sekadar proyek pembangunan gedung, Sekolah Rakyat disebut sebagai program strategis untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Program ini dirancang untuk menekan angka putus sekolah yang kerap dipicu faktor ekonomi keluarga.

“Program Sekolah Rakyat menjadi ikhtiar pemerintah agar tidak terjadi lagi anak putus sekolah karena faktor ekonomi orang tua,” tutup Iskandarsyah.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB