Operasional MBG di Karimun Disarankan Gunakan LPG 12 Kg, Bukan Gas Subsidi

- Author

Senin, 16 Februari 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pengisian Elpiji di SPBE Sememal, Kelurahan Pasir Panjang. (Foto: Istimewa)

Suasana pengisian Elpiji di SPBE Sememal, Kelurahan Pasir Panjang. (Foto: Istimewa)

KARIMUN, KepriHeadline.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Karimun mengimbau dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas “melon”.

Imbauan ini disampaikan meski regulasi resmi dari pemerintah pusat masih dinantikan. Pelaku usaha penyedia MBG diarahkan untuk menggunakan LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram dalam operasional dapur.

Kepala Bidang ESDM Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba, menegaskan seluruh komponen dalam program MBG pada dasarnya telah dirancang menggunakan standar non-subsidi.

“MBG itu standarnya bukan barang subsidi. Contohnya beras, harus kualitas premium dan tidak boleh menggunakan beras SPHP. Begitu juga dengan LPG, disarankan tidak memakai gas 3 kg, melainkan 12 kg,” ujar Vandarones.

Menurut dia, kebijakan tersebut bertujuan menjaga agar subsidi energi dan pangan tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima, bukan untuk mendukung operasional program pemerintah yang telah memiliki alokasi anggaran tersendiri.

Vandarones menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menghitung secara detail struktur biaya dalam program MBG. Komponen biaya per porsi, mulai dari bahan baku hingga bahan bakar, disebut telah diformulasikan dengan asumsi penggunaan barang non-subsidi.

“Operasionalnya sudah dihitung oleh Pemerintah Pusat. Berapa untung per porsi dan berapa biaya belanjanya, semua sudah diformulasikan. Karena ini jatuhnya adalah hitungan bisnis, maka disarankan tidak menggunakan gas subsidi,” katanya.

Meski wacana pengawasan telah bergulir, Disperindag Karimun mengaku belum melakukan inspeksi mendadak (sidak) khusus ke dapur-dapur MBG. Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan stabilitas distribusi energi dan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah daerah fokus memastikan ketersediaan gas dan bahan pokok tetap aman menjelang Tahun Baru Imlek dan Bulan Suci Ramadan. Sosialisasi serta peninjauan lapangan terkait penggunaan LPG di dapur MBG dijadwalkan dilakukan setelah perayaan Idul Fitri.

Pemkab Karimun juga masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan ada tidaknya aturan baku yang secara tegas melarang penggunaan LPG 3 kg dalam program nasional tersebut.

“Setelah Ramadan nanti, baru mungkin kita lihat ke lapangan. Kita akan sosialisasikan sekaligus berkoordinasi dengan pusat apakah MBG ini memang sama sekali tidak diperkenankan menyentuh gas subsidi atau ada ketentuan lain,” tutup Vandarones.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB