KARIMUN, KepriHeadline.id – Kelangkaan gas bersubsidi LPG 3 kilogram kembali terjadi di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi tersebut membuat warga harus mengantre panjang di sejumlah agen dan pangkalan gas.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mengular sejak pagi hari. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.
“Sering kali terjadi warga kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram. Kami minta ada jalan keluar dari pemerintah daerah agar kami tidak lagi harus mengantre panjang,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Kamis (5/2/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba, memastikan bahwa kuota LPG 3 kilogram di wilayah Karimun, termasuk Pulau Kundur, masih dalam kondisi aman.
“Mengenai kuota gas LPG 3 kilogram di Karimun, termasuk Pulau Kundur, masih tergolong aman,” kata Vandarones kepada inikarimun.com, Kamis.
Vandarones menjelaskan, kelangkaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh kekurangan kuota, melainkan akibat keterlambatan distribusi. Hal itu dipicu banyaknya tabung gas yang mengalami kerusakan.
Menurut dia, agen dan pangkalan harus terlebih dahulu mengumpulkan tabung LPG yang rusak sebelum dikirim kembali ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Pulau Karimun Besar.
“Dari pangkalan, tabung gas yang rusak dibawa ke SPBE yang ada di Pulau Karimun Besar. Kondisi ini memicu adanya penambahan estimasi waktu distribusi,” ujarnya.
Terkait distribusi LPG 3 kilogram di Pulau Kundur, Vandarones menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina.
“Kemarin kami sudah bertemu dengan Pertamina. Salah satu fokus kami adalah bagaimana agar tidak ada lagi pembatasan kuota harian. Pertamina merespons dan akan menyiapkan formula terkait hal tersebut,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying di tengah kondisi distribusi yang belum sepenuhnya normal.
“Kami prediksi minggu depan kondisi sudah kembali normal. Kami imbau warga tidak melakukan panic buying,” ucap Vandarones.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






