Pasokan BBM Terputus di Karimun, Sejumlah SPBU Tutup dan UMKM Terdampak

- Author

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasokan BBM Terputus di Karimun, Sejumlah SPBU Tutup dan UMKM Terdampak. FOTO: RR/KEPRIHEADLINE.ID

Pasokan BBM Terputus di Karimun, Sejumlah SPBU Tutup dan UMKM Terdampak. FOTO: RR/KEPRIHEADLINE.ID

Karimun, KepriHeadline.id – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, terputus sejak dua hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) utama terpaksa menutup layanan pengisian, sehingga memicu keluhan masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa SPBU yang menjadi tumpuan warga, seperti SPBU Poros, SPBU Coastal Area, dan SPBU Sungai Raya, tidak melayani pengisian BBM, Selasa (27/1/2026). Tidak terlihat aktivitas kendaraan mengantre maupun pengisian BBM di lokasi-lokasi tersebut.

Kekosongan pasokan ini terjadi pada seluruh jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga solar, baik subsidi maupun nonsubsidi.

Salah seorang warga Karimun, Arif Siregar, mengungkapkan bahwa terhentinya suplai BBM telah dirasakan sejak dua hari terakhir. Informasi yang ia peroleh menyebutkan, gangguan pasokan disebabkan oleh kendala pada kapal penyuplai BBM.

Sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang penyediaan air bersih yang sangat bergantung pada solar, Arif mengaku kondisi tersebut berdampak besar terhadap kelangsungan usahanya.

“Kekosongan solar ini sangat berdampak bagi kami pelaku UMKM, terutama yang menggunakan lori atau truk, baik untuk angkutan pasir maupun air. Dampaknya besar bagi perekonomian di Karimun,” kata Arif.

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari petugas SPBU, pasokan BBM diperkirakan baru akan kembali normal dalam dua hingga tiga hari ke depan karena adanya kerusakan kapal pengangkut BBM.

“Kami dapat informasi di lapangan pasokan sedang putus. Katanya dua sampai tiga hari lagi baru sampai. Alasannya kapal rusak. Seharusnya ini tidak dijadikan alasan, pengelola mestinya sudah menyiapkan alternatif,” ujarnya.

Arif menambahkan, kondisi tersebut semakin memberatkan pelaku usaha karena adanya pembatasan pembelian BBM solar, yakni maksimal Rp 272 ribu atau sekitar 40 liter per hari.

“Bagaimana kami pelaku usaha air bersih, karena mesin harus hidup dua, mesin truk dan mesin air. Ini sangat menyulitkan,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat mengambil langkah serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

“Apalagi kami tergabung dalam APMIKIMDO, banyak pelaku UMKM yang bergantung pada BBM solar. Kami minta pemerintah benar-benar serius, jangan sampai kekosongan BBM seperti ini terus terjadi,” tutup Arif.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB