Aksi Kejar-Kejaran di Laut, Satu Kapal Penyelundup PMI Ilegal Lolos dari Sergapan Lanal TBK

- Author

Senin, 24 November 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.

Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.

Karimun, KepriHeadline.id – Upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal kembali terungkap di Perairan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Tim patroli Lanal Tanjungbalai Karimun (TBK) mendeteksi dua speed boat yang dicurigai membawa calon PMI ilegal, Sabtu (22/11/2025) malam. Namun, hanya satu kapal yang berhasil dihentikan dalam aksi pengejaran yang berlangsung dramatis di sekitar Perairam Pulau Pandan.

Komandan Lanal TBK, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya, mengatakan penyergapan dilakukan setelah tim patroli mendeteksi dua kapal bergerak mencurigakan dari arah Selat Gelam menuju utara Pulau Karimun.

“Anggota kita melaksanakan patroli dan menemukan dua speed boat yang bergerak tidak wajar. Saat diberi tembakan peringatan, keduanya justru berpencar dan memacu kecepatan,” ujar Letkol Samuel.

Dengan hanya satu unsur patroli yang tersedia, tim terpaksa memfokuskan pengejaran pada satu kapal. Setelah beberapa menit kejar-kejaran di laut, speed boat yang membawa enam PMI ilegal berhasil dihentikan.

Keenam PMI tersebut diketahui berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Lombok, hingga Madura. Saat kapal berhasil dihentikan, tekong atau nahkoda kapal sempat mencoba melarikan diri dengan melompat ke laut. Namun upayanya berhasil digagalkan dan ia segera diamankan.

Baca Juga :  Karimun Jalin Kerja Sama dengan Universitas Andalas di Bidang Layanan Kesehatan

Sementara itu, satu speed boat lainnya yang diduga membawa lima calon PMI ilegal berhasil meloloskan diri di tengah kegelapan malam.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tekong yang ditangkap mengaku sudah dua hingga tiga kali menjalankan aksi penyelundupan PMI ilegal. Para calon migran biasanya dikumpulkan di Kampung Asam, Kundur, untuk kemudian diberangkatkan secara ilegal menuju Malaysia.

“Para calon PMI membayar antara Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per orang, tergantung dari daerah asal mereka,” kata Letkol Samuel.

Lanal TBK telah menyerahkan tekong beserta barang bukti kepada Satpolairud Polres Karimun untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, enam PMI ilegal tersebut telah diserahkan ke BP3MI guna pendataan dan penampungan.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan penyelundupan PMI ilegal ini secara menyeluruh,” ujar Letkol Samuel.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Terios Tertimpa Pohon di Depan Masjid Baitul Taqwa Karimun
Mayat Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel di Karimun
Stok Nasional Surplus, Mentan Tegaskan Karimun Tak Boleh Lagi Krisis Beras
Mentan Sarankan Ribuan Ton Beras Selundupan di Kepri Dimusnahkan
Ratusan Sekolah di Karimun Terima Bantuan Smart TV Program Digitalisasi Pendidikan
Bupati Karimun Lantik Pengurus HPMTBK Pekanbaru Periode 2025–2026
Karimun – Meranti Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong Ekonomi hingga Perkuat Layanan Pemerintahan
Pelajar di Kundur Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:53 WIB

Mobil Terios Tertimpa Pohon di Depan Masjid Baitul Taqwa Karimun

Senin, 19 Januari 2026 - 13:21 WIB

Mayat Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel di Karimun

Senin, 19 Januari 2026 - 11:57 WIB

Stok Nasional Surplus, Mentan Tegaskan Karimun Tak Boleh Lagi Krisis Beras

Senin, 19 Januari 2026 - 11:35 WIB

Mentan Sarankan Ribuan Ton Beras Selundupan di Kepri Dimusnahkan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:35 WIB

Ratusan Sekolah di Karimun Terima Bantuan Smart TV Program Digitalisasi Pendidikan

Berita Terbaru