Mentan Sarankan Ribuan Ton Beras Selundupan di Kepri Dimusnahkan

- Author

Senin, 19 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Sarankan Ribuan Ton Beras Selundupan di Kepri Dimusnahkan. FOTO: ISTIMEWA/KEPRIHEADLINE.ID

Mentan Sarankan Ribuan Ton Beras Selundupan di Kepri Dimusnahkan. FOTO: ISTIMEWA/KEPRIHEADLINE.ID

Karimun, KepriHeadline.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyarankan agar ribuan ton beras hasil tangkapan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau dimusnahkan. Beras tersebut diduga merupakan hasil penyelundupan yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

Amran menegaskan, praktik penyelundupan beras tidak boleh ditoleransi karena berpotensi merugikan petani dan mengganggu stabilitas pangan nasional.

“Kalau saran saya, musnahkan. Jangan diberi ampun. Dan usut siapa pelaku-pelaku di dalamnya, jangan dibiarkan,” kata Amran, menjawab pertanyaan wartawan soal tindak lanjut terhadap beras tangkapan hasil penindakan BC.

Menurut dia, tindakan tegas diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terulang. Pemerintah, lanjut Amran, berkomitmen melindungi petani dalam negeri dari praktik-praktik ilegal yang dapat menekan harga gabah dan beras di pasaran.

Amran juga mengingatkan bahwa secara nasional Indonesia telah berada dalam kondisi swasembada beras. Bahkan, Presiden telah secara resmi mengumumkan capaian tersebut di forum PBB dan pada 7 Januari lalu, juga telah disampaikan kepada publik, bahwa Indonesia swasembada beras.

“Secara politis, Presiden sudah mengumumkan Indonesia sudah swasembada beras di Forum PBB dan kita juga 7 Januari sudah mengumumkan swasembada beras,” ujarnya.

Oleh karena itu, Amran menilai tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu untuk memasukkan beras dari luar negeri secara ilegal. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dinilai mencederai upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Maka dari itu, Ia minta kepada Mabes Polri, Satgas, TNI dan Kejaksaan untuk mengusut secara jelas dari mana asal beras-beras yang masuk secara ilegal ke Perairan Kepri tersebut.

“Mudah-mudahan dari Mabes Polri turun, Satgas turun bersama-sama dengan Pangdam, Danrem, Polri dan Kejaksaan untuk mengusut dari mana asal beras-beras ini,” katanya.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
70 CPNS Kanwil Ditjenpas Kepri Resmi Jadi PNS, Kakanwil Tekankan Integritas
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:21 WIB

70 CPNS Kanwil Ditjenpas Kepri Resmi Jadi PNS, Kakanwil Tekankan Integritas

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB