Selama Satu Dekade, PT TIMAH Tanam 1,4 Juta Pohon untuk Reklamasi Pascatambang

- Author

Senin, 12 Januari 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama Satu Dekade, PT TIMAH Tanam 1,4 Juta Pohon untuk Reklamasi Pascatambang. FOTO: BIDANG CORCOM PT TIMAH TBK

Selama Satu Dekade, PT TIMAH Tanam 1,4 Juta Pohon untuk Reklamasi Pascatambang. FOTO: BIDANG CORCOM PT TIMAH TBK

PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program reklamasi lahan pascatambang yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam rentang waktu 2015 hingga 2025, perusahaan telah menanam sebanyak 1.465.728 pohon di berbagai wilayah operasional yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan data perusahaan, penanaman pohon tersebut dilakukan di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Bangka sebanyak 386.730 pohon, Bangka Barat 186.650 pohon, Bangka Tengah 158.632 pohon, Bangka Selatan 267.129 pohon, Belitung 160.218 pohon, serta Belitung Timur 306.369 pohon.

Program penanaman ini merupakan bagian dari reklamasi lahan pascatambang yang bertujuan memulihkan fungsi lingkungan, memperbaiki kualitas ekosistem, sekaligus menciptakan kawasan yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk menanam beragam jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan reklamasi. Tanaman cepat tumbuh (fast growing) dipilih untuk mempercepat penghijauan dan stabilisasi tanah, seperti akasia, sengon, cemara laut, kayu putih, dan lamtoro.

Selain itu, perusahaan juga menanam tanaman produktif bernilai ekonomi jangka panjang, antara lain kelapa sawit dan karet. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati turut dilakukan melalui penanaman tanaman lokal, seperti ketapang, blangiran, nyato, melangir, dan dadap.

Tak hanya itu, reklamasi lahan pascatambang juga dilengkapi dengan tanaman buah-buahan, di antaranya jambu mete, kelapa hibrida, jambu, jeruk, sirsak, kelengkeng, alpukat, rambutan, hingga manggis. Kehadiran tanaman buah ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa reklamasi dan penghijauan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

“Program reklamasi dan penanaman pohon ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam memulihkan lingkungan pascatambang dan menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman lebih dari 1,4 juta pohon sejak 2015 hingga 2025 menjadi bukti nyata komitmen PT TIMAH Tbk terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Anggi.

Ia menjelaskan, pemilihan jenis tanaman dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan kebutuhan ekologis setempat, mulai dari tanaman cepat tumbuh untuk stabilisasi lahan, tanaman lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati, hingga tanaman produktif dan buah-buahan yang memberikan nilai ekonomi.

“Bagi kami, reklamasi bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Kami memastikan lahan pascatambang dapat kembali berfungsi secara ekologis dan memberikan manfaat ekonomi,” kata dia.

Dalam pelaksanaan reklamasi, PT TIMAH Tbk juga memperkuat sinergi dengan pemerintah, akademisi, serta kelompok masyarakat. Langkah ini sejalan dengan penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice) dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya perlindungan ekosistem darat dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui program reklamasi yang terencana dan berkesinambungan, PT TIMAH Tbk berupaya memastikan aktivitas pertambangan berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026
BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG
Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo
RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria
HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis
HANTARU 2026, Menteri Nusron Minta Transformasi Layanan Jadi Cara Kerja Sehari-hari
66 Tahun UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis Pertanahan dan Tata Ruang
Lampaui Target, LP2B Nasional Capai 87,63 Persen
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:21 WIB

BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:46 WIB

RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 29 September 2026 - 08:49 WIB

HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB