PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui kolaborasi bersama mitra binaan O’Bross Collection dan Pemerintah Kota Pangkalpinang, PT TIMAH Tbk menggelar pelatihan bertajuk “Meronce Bersama O’Bross” bagi guru SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Dekranasda Pangkalpinang, Senin–Selasa (12–13/1/2026), diikuti puluhan guru dari berbagai sekolah. Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia usaha, UMKM, dan sektor pendidikan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Novian Yuspandi, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai pelatihan ini sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi guru melalui pendekatan kreatif dan aplikatif.
“Pelatihan ini memberikan tambahan keterampilan yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kreativitas seperti ini sangat dibutuhkan agar pendidikan menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa,” ujar Novian.
Ia berharap, keterampilan yang diperoleh para guru dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan prakarya di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Linda, menyebut kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Tidak semua segmen bisa dipenuhi oleh pemerintah. Dalam situasi efektivitas anggaran seperti sekarang, kolaborasi menjadi kunci. UMKM sebagai pelaku, dunia usaha seperti PT TIMAH Tbk melalui program CSR, serta OPD terkait bisa saling menguatkan,” katanya.
Menurut Linda, kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya dibina dari sisi ekonomi, tetapi juga didorong untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki.
Owner O’Bross Collection, Fany Pratiwi, mengatakan pelatihan ini menjadi pengalaman pertamanya berkolaborasi langsung dengan Dinas Pendidikan dan para guru. Ia menilai kegiatan tersebut membuka peluang pengembangan pendidikan berbasis kreativitas.
“Harapannya, kolaborasi antara UMKM, dunia usaha, dan sektor pendidikan ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberdayakan masyarakat. Guru dapat mengaplikasikan keterampilan ini kepada siswa secara berkelanjutan, bahkan menjadi peluang usaha sejak dini,” ujar Fany.
Fany menegaskan seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan secara gratis dengan dukungan penuh dari PT TIMAH Tbk.
“Semua difasilitasi oleh PT TIMAH Tbk. Peserta tidak dipungut biaya apa pun karena fokus kami adalah berbagi keterampilan dan pengalaman,” katanya.
Pelatihan meronce ini mengangkat pembuatan gelang bermotif matahari dengan teknik sederhana namun bernilai estetika. Produk yang diperkenalkan mengusung unsur etnik yang dipadukan dengan tren kekinian, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Salah satu peserta, Alisa, guru SMP Negeri 3 Pangkalpinang, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam pengembangan prakarya di sekolah.
“Selama ini prakarya masih terbatas, padahal bisa dikembangkan lebih luas. Pelatihan seperti ini menambah ilmu dan membuka peluang produk kreatif, sekaligus memanfaatkan bahan-bahan di sekitar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PT TIMAH Tbk menegaskan perannya tidak hanya sebagai pembina UMKM dari sisi pendanaan dan promosi, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
(*)
Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






