PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya di bidang pendidikan melalui Program Beasiswa Pemali Boarding School (PBS) di SMA Negeri 1 Pemali, Kabupaten Bangka.
Melalui program ini, perusahaan tidak hanya membuka akses pendidikan bagi pelajar dari wilayah operasionalnya, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, dan kemandirian siswa lewat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pada 2025, sebanyak 107 siswa penerima beasiswa tinggal di asrama dan menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Mereka berasal dari berbagai wilayah operasional perusahaan dan lolos seleksi yang ketat.
Kolaborasi dengan MIND ID dan Ruangguru
Untuk meningkatkan daya saing siswa, PT TIMAH menghadirkan Program Bimbingan Belajar MINDucation, hasil kolaborasi dengan MIND ID dan Ruangguru. Program ini diperuntukkan bagi siswa kelas XI dan XII sebagai lanjutan pembinaan akademik tahun sebelumnya.
Penguatan akademik juga dilakukan melalui kelas tambahan Matematika, English Class dan Global Communication, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, lomba pidato Bahasa Inggris, hingga pendampingan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan persiapan perkuliahan.
Selain itu, siswa mendapat pendampingan psikologi guna memastikan kesiapan mental dalam menghadapi jenjang pendidikan tinggi.
Inspirasi juga dihadirkan melalui sharing session alumni yang kini berkuliah di Institut Teknologi Bandung serta Program Alumni Mengajar yang mempertemukan siswa dengan kakak tingkat mereka.
Pembentukan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan
Pembentukan karakter menjadi pilar utama Pemali Boarding School. Beragam kegiatan digelar, mulai dari kelas pencegahan stunting remaja dalam Program Kemunting, kelas inspirasi bersama jajaran direksi, hingga sharing session komunitas dan divisi internal perusahaan.
Nilai kebersamaan ditanamkan melalui kegiatan gotong royong, peringatan HUT RI, hingga kompetisi memasak yang melibatkan orang tua dan wali murid.
Sebagai bagian pembelajaran berbasis praktik, siswa mengelola Kebun Asrama untuk budidaya tanaman pangan. Program ini mendukung inisiatif ketahanan pangan sekaligus melatih kewirausahaan. Mereka juga mendapatkan pelatihan bioflok sebagai pengenalan budidaya perikanan modern.
Pelestarian budaya lokal dilakukan melalui permainan tradisional seperti lompat karet dan sembilun. Di bidang olahraga, sekolah menggelar LIPAN (Liga Akhir Pekan).
Momentum Ramadhan diisi dengan kegiatan kreatif dan sosial, seperti berbagi takjil, bersih-bersih masjid, serta kultum sebelum berbuka puasa.
Untuk memperluas wawasan sejarah dan lingkungan, siswa mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Timah Indonesia Mentok dan Pantai Tanjung Kalian.
Regenerasi Berkelanjutan
Sebagai bagian dari kesinambungan program, PT TIMAH juga melaksanakan tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di seluruh wilayah operasional untuk menjaring calon siswa baru.
Program Pemali Boarding School menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia unggul di Bangka Belitung. Melalui pendekatan akademik, karakter, budaya, dan kemandirian, perusahaan berharap para penerima beasiswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga siap berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Salah satu siswa kelas XII, Naurah Ashir, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif, memotivasi kami untuk meningkatkan prestasi dan membentuk karakter yang jujur serta bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia merasakan manfaat besar selama tinggal di asrama, mulai dari belajar disiplin, mandiri, hingga beradaptasi dengan lingkungan baru. Fasilitas yang memadai dan dukungan untuk berprestasi, menurut dia, membuatnya lebih siap menghadapi dunia perkuliahan.
Hal senada disampaikan Ares Mahesa. Ia menilai berbagai fasilitas pendukung, seperti les Bahasa Inggris, bimbingan Ruangguru, serta sarana pengembangan bakat, sangat membantu perkembangan akademik maupun nonakademik siswa.
“Program ini juga menyediakan wadah organisasi untuk melatih kepemimpinan dan membentuk karakter. Kami diajarkan mandiri, disiplin, tekun, dan kreatif,” katanya.
Menurut Ares, kebutuhan dasar seperti perlengkapan sekolah, seragam, makan, uang saku, hingga laptop turut difasilitasi, sehingga siswa dapat fokus belajar dan meraih prestasi.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







