Pengukuran Terjadwal Sudah Diterapkan di 400 Kantor Pertanahan, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari

- Author

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuran Terjadwal Sudah Diterapkan di 400 Kantor Pertanahan, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari

Pengukuran Terjadwal Sudah Diterapkan di 400 Kantor Pertanahan, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperluas penerapan layanan Pengukuran Terjadwal sebagai bagian dari transformasi pelayanan pertanahan di Indonesia. Hingga 3 Agustus 2026, layanan tersebut telah diterapkan di 400 Kantor Pertanahan yang tersebar di berbagai daerah.

Menteri ATR/ BPN, Nusron Wahid mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan kepastian waktu bagi masyarakat yang mengajukan permohonan pengukuran tanah.

“Sekarang sudah ada sekitar 400 kantor yang menggunakan Pengukuran Terjadwal. Kalau ada masyarakat datang ke kantor BPN mengajukan permohonan pengukuran tanah, sekarang sudah ada kepastian. Masa tunggunya paling lama tujuh hari,” ujar Nusron dalam konferensi pers di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengetahui jadwal kedatangan petugas ukur sejak awal permohonan diajukan. Setelah proses pengukuran lapangan selesai dilakukan, Peta Bidang Tanah (PBT) ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal lima hari.

Menurut Nusron, hasil evaluasi menunjukkan rata-rata masa tunggu layanan pengukuran tanah secara nasional saat ini sudah berada di bawah target maksimal tujuh hari. Meski demikian, masih terdapat sekitar 10 Kantor Pertanahan yang belum mampu memenuhi target tersebut.

Untuk mengatasi kendala itu, Kementerian ATR/BPN akan melakukan penguatan sumber daya manusia melalui penambahan petugas ukur di kantor-kantor yang masih mengalami keterlambatan pelayanan.

“Target kami masa tunggunya paling lama tujuh hari, sedangkan setelah dikerjakan target penyelesaiannya lima hari. Yang belum memenuhi target akan kami dorong dengan penambahan petugas agar pelayanan semakin baik,” kata Nusron.

Sementara itu, rata-rata durasi penyelesaian hasil pengukuran secara nasional saat ini tercatat mencapai 6,2 hari. Angka tersebut masih berada di atas target lima hari yang ditetapkan pemerintah sehingga menjadi fokus perbaikan ke depan.

Nusron menegaskan, transformasi layanan pertanahan yang tengah dijalankan Kementerian ATR/BPN bertujuan menciptakan pelayanan yang lebih transparan, cepat, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Menurut dia, evaluasi terhadap pelaksanaan Pengukuran Terjadwal akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan terus meningkat di seluruh Kantor Pertanahan.

“Tujuan kami adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengurus tanah. Jangan sampai ada ketidakpastian. Dalam pelayanan, kata kuncinya adalah kepuasan pelanggan,” ujar Nusron.

Dalam konferensi pers tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Asnaedi, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media dan Hubungan Antar Lembaga Bagas Agung Wibowo.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026
BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG
Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo
RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria
HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis
HANTARU 2026, Menteri Nusron Minta Transformasi Layanan Jadi Cara Kerja Sehari-hari
66 Tahun UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis Pertanahan dan Tata Ruang
Lampaui Target, LP2B Nasional Capai 87,63 Persen
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:21 WIB

BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:46 WIB

RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 29 September 2026 - 08:49 WIB

HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB