BATAM, KepriHeadline.id – Seorang nelayan bernama Jafaar (50), warga Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal longboat miliknya di Perairan Tanjung Budus, Pulau Galang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 06.45 WIB dari Azhari, yang merupakan kerabat korban.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban diketahui pergi melaut seorang diri pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan kapal longboat. Namun, sekitar tiga jam kemudian, warga menemukan kapal milik korban mengapung di sekitar Perairan Tanjung Budus.
Saat ditemukan, mesin kapal masih dalam kondisi menyala, tetapi korban tidak berada di atas kapal.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri hingga malam hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan korban masih belum ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian.
Sebanyak enam personel Tim Rescue KPP Tanjungpinang diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju lokasi pencarian yang berjarak sekitar 14,5 nautical mile dari Dermaga Dompak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi terkait hilangnya nelayan tersebut.
“Kami langsung mengaktifkan operasi pencarian setelah menerima laporan dari keluarga korban. Tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran dan pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar Fazzli, Jumat.
Menurut dia, pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan kondisi cuaca dan arus di lokasi kejadian.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sinergi seluruh unsur sangat dibutuhkan agar proses pencarian dapat berjalan maksimal,” katanya.
Operasi SAR hari pertama melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Ditpolairud Polda Kepulauan Riau, Polair Polresta Barelang, Polsek Galang, serta nelayan dan masyarakat setempat.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diduga terjatuh dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit asma. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh tim SAR secara berkala.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







