Kabut Asap Selimuti Karimun, Disdikbud Ungkap Alasan Sekolah Tetap Tatap Muka

- Author

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun Grandy Regel Tuerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun Grandy Regel Tuerah.

KARIMUN, KepriHeadline.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menjelaskan alasan tetap menerapkan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Karimun.

Keputusan itu diambil meski kualitas udara di Kabupaten Karimun beberapa kali mengalami penurunan. Disdikbud Karimun menilai kondisi udara saat ini masih memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran di sekolah dengan memperkuat penerapan protokol kesehatan.

Kebijakan tersebut berbeda dengan langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR) bagi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan MA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disdikbud Kabupaten Karimun Grandy Regel Tuerah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan kualitas udara.

Ia menegaskan, Disdikbud juga terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi tersebut.

Menurut Grandy, keputusan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka tidak diambil tanpa pertimbangan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi kualitas udara.

“Sehingga kondisi saat ini masih memungkinkan anak-anak untuk sekolah tatap muka. Namun, tentunya kami perkuat dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Grandy saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karimun di Gedung Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (12/10/2026).

Grandy mengimbau para orangtua untuk membekali anak-anak mereka dengan alat pelindung diri, terutama masker, selama kondisi udara di Karimun masih terdampak kabut asap.

Selain itu, pihak sekolah diminta mengupayakan penyediaan masker bagi siswa serta membatasi kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.

“Sekolah-sekolah juga kami minta upayakan penyediaan masker. Kemudian, lakukan pembatasan terhadap kegiatan-kegiatan di luar ruangan,” kata Grandy.

Menurut dia, penerapan pembelajaran tatap muka juga disertai pelonggaran bagi siswa yang rentan atau memiliki sensitivitas terhadap kondisi udara yang buruk.

Siswa yang mengalami gangguan atau merasa tidak kuat mengikuti pembelajaran di tengah kabut asap dapat mengajukan pembelajaran secara daring. Pihak sekolah diminta memberikan izin terhadap permohonan tersebut.

“Jadi apabila anak-anak itu tidak kuat atau sensitif, silakan ajukan untuk pembelajaran secara daring. Dan kita minta pihak sekolah mengizinkan,” ujarnya.

Grandy menegaskan, tidak ada unsur pemaksaan bagi siswa yang sensitif terhadap kualitas udara untuk tetap mengikuti pembelajaran tatap muka.

Sebaliknya, siswa yang kondisi kesehatannya baik dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan tetap memperhatikan langkah-langkah pencegahan.

Disdikbud Karimun juga meminta pihak sekolah terus memperhatikan perkembangan kualitas udara selama kegiatan belajar berlangsung.

Apabila kondisi udara kembali memburuk, sekolah diminta mempertimbangkan pemulangan siswa lebih awal demi mengurangi risiko paparan kabut asap.

Grandy mencontohkan kebijakan yang diambil pada Jumat sebelumnya, ketika kualitas udara dilaporkan mencapai angka 207. Saat itu, siswa dipulangkan lebih awal.

“Kami juga terus memantau. Jika kondisi cuaca semakin memburuk, silakan pihak sekolah untuk memulangkan anak-anak dari sekolah. Seperti hari Jumat lalu, kualitas udara sampai 207, kami pulangkan,” katanya.

l

Grandy menjelaskan, hasil pemantauan pada Sabtu dan Minggu menunjukkan kualitas udara semakin membaik. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Disdikbud untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin.

Meski demikian, kebijakan pembelajaran tetap akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan siswa.

Disdikbud juga meminta sekolah menjalankan langkah antisipasi agar kegiatan belajar tidak mengabaikan keselamatan peserta didik di tengah kabut asap yang melanda Kabupaten Karimun.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Karimun Catat 21 Kasus ISPA pada Pekan Pertama Oktober 2026
HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 6,14 Persen
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Kepri, Mantan Kapolres Karimun Jabat Dirreskrimsus
Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka
Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya
Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun
KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Dinkes Karimun Catat 21 Kasus ISPA pada Pekan Pertama Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:37 WIB

HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 6,14 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Kabut Asap Selimuti Karimun, Disdikbud Ungkap Alasan Sekolah Tetap Tatap Muka

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Kepri, Mantan Kapolres Karimun Jabat Dirreskrimsus

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka

Berita Terbaru