HNSI Nilai Aktivitas Tambang Timah PT PNAU Diluar IUP

- Author

Selasa, 30 Mei 2023 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan massa HNSI menggelar demo di Halaman DPRD Karimun. (Foto: Kepriheadline.id)

Puluhan massa HNSI menggelar demo di Halaman DPRD Karimun. (Foto: Kepriheadline.id)

Karimun, Kepriheadline.id – Puluhan nelayan tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karimun menggelar aksi damai di Halaman Kantor DPRD Karimun, Selasa (30/5/2023). Aksi damai dilakukan oleh para nelayan itu bertujuan untuk menyampaikan protes terhadap kegiatan ekspolrasi timah di wilayah Perairan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Eksploitasi Timah itu dikelola oleh pihak Swasta dalam hal ini PT PNAU. Perusahaan tersebut dianggap mengabaikan nelayan yang terdampak langsung akibat penambangan dilakukan perusahaan tersebut. “Ada 160 orang nelayan yang terdampak atas aktivitas kapal isap timah itu. Namun para nelayan ini belum dapat kompensasi,” ujar Ketua DPC HNSI Karimun, Abdul Latif, Selasa (30/5/2023). Ia mengatakan, nelayan menduga aktivitas penambangan yang dilakukan tidak sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP). “Disinyalir dia tidak punya izin eksplorasi di situ. Kami sudah tinjau ke dinas terkait. Sekarang begitu ketahuan kapal isap itu sudah pergi,” katanya. Latif menyebutkan, terdapat lima unit Kapal Isap Produksi (KIP) milik PNAU yang sudah lebih kurang selama 1,5 tahun melakukan aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut. Hal itu, disebutkan karena aktivitas tersebut dilakukan di luar wilayah perizinan sesuai dengan IUP yang dimiliki PT PNAU. “Kita bisa hitung berapa banyak timah yang dikeruk di wilayah itu tanpa ada izin. IUP-nya kita sudah cek, itu di Dabo (Lingga). Dulu di Ungar diusir oleh masyarakat, nah ini pindah ke Kundur Barat,” katanya.
Baca Juga :  Timpora Karimun Sisir Keberadaan Orang Asing di Perusahaan-Perusahaan Wilayah Karimun
“Mereka juga sempat beralasan bahwa ini adalah IUP Pemda. Katanya kapal Pemda, padahal bukan. Jadi ini taktik mereka untuk lari dari kompensasi,” tambahnya. Pada aksi tersebut, Komisi III DPRD Karimun bersama perwakilan nelayan dan perusahaan telah melakukan mediasi. Hanya saja, rapat berlangsung alot karena perwakilan pihak perusahaan yang hadir tidak dapat mengambil keputusan untuk mengakomodir tuntutan para nelayan. Sementara perwakilan PT PNAU, Wandi, menjelaskan perusahaan hanya dapat memberikan kompensasi terhadap nelayan yang terdampak langsung. “Memberi kompensasi harus kepada kelompok nelayan yang berbadan hukum, minimal diketahui oleh pembinanya yaitu Dinas Perikanan,” kata Wandy. Ia juga menyangkal bahwa perusahaan berusaha menghindar dari nelayan yang terdampak akibat ekplorasi yang dilakukan. “Berikan kepada kami data nelayan yang terdampak. Kompensasi tidak aturan khusus yang mengatur besaran berapa yang wajib kami berikan. Kami tidak lari, namun kita sama-sama harus berbicara dan musyawarah,” katanya. Rencananya, mediasi akan kembali dilanjutkan pada Senin pekan depan dengan menghadirkan langsung pemilik perusahaan dan juga DLH Kabupaten Karimun. (Cr1/red) Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT TIMAH Tbk Terus Bergerak Dukung Pendidikan, Bantu Fasilitas Belajar TPA Bunayya di Desa Belo Laut
Warga Sei Lakam Timur Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Kamar Kontrakan
Sudah Diberlakukan, Kini Berobat Gunakan KTP Sudah Bisa Dinikmati Masyarakat Karimun
Jadwal Kapal Roro Terbaru Januari 2026 Rute Karimun ke Berbagai Tujuan, Simak Selengkapnya
Karimun Resmi Luncurkan City Branding Baru untuk Perkuat Citra Daerah
Dua Wisatawan Mancanegara Asal Malaysia Buka Kunjungan Wisata 2026 di Karimun
Aktivitas Diduga BBM Ilegal Marak di Perairan Meral Karimun, Aparat Diminta Bertindak
TNI AL Evakuasi Seluruh Crew SB Srikandi Express yang Tenggelam di Perairan Pulau Parit Karimun

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:42 WIB

PT TIMAH Tbk Terus Bergerak Dukung Pendidikan, Bantu Fasilitas Belajar TPA Bunayya di Desa Belo Laut

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:47 WIB

Warga Sei Lakam Timur Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Kamar Kontrakan

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:07 WIB

Sudah Diberlakukan, Kini Berobat Gunakan KTP Sudah Bisa Dinikmati Masyarakat Karimun

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:00 WIB

Jadwal Kapal Roro Terbaru Januari 2026 Rute Karimun ke Berbagai Tujuan, Simak Selengkapnya

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:50 WIB

Dua Wisatawan Mancanegara Asal Malaysia Buka Kunjungan Wisata 2026 di Karimun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca