KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun resmi meluncurkan sistem pembayaran pass pelabuhan berbasis non-tunai di Pelabuhan Penumpang Taman Bunga, Jumat (1/5/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-198 Kabupaten Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, memimpin langsung peresmian yang bertepatan dengan jadwal keberangkatan pertama kapal pada pukul 07.00 WIB. Program ini ditandai dengan pembagian kartu uang elektronik kepada penumpang.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, pemerintah menyiapkan 200 kartu isi ulang gratis bagi penumpang pertama. Kartu tersebut telah dilengkapi saldo awal sebesar Rp10.000 yang dapat langsung digunakan untuk pembayaran boarding pass.
“Bekerja sama dengan BRI dan BNI, kami menyiapkan 200 kartu isi ulang yang dibagikan secara gratis. Saldo awalnya bisa langsung digunakan untuk pembayaran pass pelabuhan,” ujar Iskandarsyah.
Ia menegaskan, penerapan sistem non-tunai dilakukan secara bertahap. Layanan pembayaran tunai masih tetap tersedia untuk masyarakat yang belum memiliki kartu digital.
“Ini masa transisi. Bagi masyarakat yang belum terbiasa, pembayaran tunai masih kami siapkan,” kata dia.
General Manager Pelindo Regional I Tanjungbalai Karimun, Joni Utama, menyebut digitalisasi layanan ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan daya saing daerah.
“Ini menunjukkan Karimun siap memasuki era digital. Sistem seperti ini sudah umum kita temui di berbagai sektor, seperti kafe dan ritel,” ujarnya.
Joni memastikan petugas di lapangan akan tetap membantu penumpang, khususnya yang belum terbiasa menggunakan sistem non-tunai.
“Penumpang yang belum memahami sistem digital akan tetap dilayani dan dipandu oleh petugas,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan BUP Karimun, Liza Bharlyantie, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi intensif selama tiga hari ke depan untuk memastikan kelancaran sistem baru tersebut.
Evaluasi meliputi kesiapan infrastruktur digital, termasuk penggunaan barcode QRIS di titik pembayaran. Selain itu, pengaturan alur penumpang juga akan disempurnakan untuk mencegah penumpukan di pintu masuk.
“Kami terus berkoordinasi secara internal untuk memperbaiki aspek teknis berdasarkan kondisi di lapangan. Harapannya, masyarakat dapat beradaptasi secara bertahap dan pelayanan semakin optimal,” ujar Liza.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






