PANGKALPINANG – Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf, melakukan kunjungan kerja ke PT Timah (Persero) Tbk untuk memantau kinerja perusahaan sekaligus mengevaluasi progres program streamlining sebagai bagian dari transformasi BUMN sektor pertambangan.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) itu disambut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah (Persero) Tbk, Fina Eliani.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN dalam mengawal transformasi perusahaan-perusahaan strategis agar lebih fokus, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri pertambangan global.
Dalam arahannya, Aminuddin menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan dua agenda utama transformasi BUMN, yakni hilirisasi dan streamlining perusahaan.
“Kita memang hari ini fokus utama ada dua hal, yaitu hilirisasi dan streamlining. Streamlining ini targetnya selesai tahun ini sesuai arahan Presiden,” kata Aminuddin.
Ia menjelaskan, streamlining dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis perusahaan dengan mengembalikan BUMN pada core business masing-masing. Evaluasi juga dilakukan terhadap anak usaha yang dinilai tidak selaras dengan bisnis utama perusahaan.
Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan struktur bisnis yang lebih lincah, efisien, dan memiliki daya saing kuat, sekaligus memperkokoh fundamental perusahaan dalam menghadapi tantangan industri pertambangan global.
Dalam kesempatan itu, Fina Eliani memaparkan capaian kinerja perusahaan beserta struktur bisnis grup PT Timah. Ia menyebut, perseroan terus memperkuat pengelolaan bisnis terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir dengan menerapkan prinsip Good Mining Practice, tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Untuk lini bisnis utama, aktivitas penambangan timah dijalankan langsung oleh PT Timah Tbk. Sementara sektor hilirisasi dikelola melalui PT Timah Industri yang berbasis di Cilegon dan memproduksi tin chemical serta tin solder.
Adapun bisnis pertambangan non-timah dijalankan melalui PT Timah Investasi Mineral yang bergerak di sektor nikel, serta PT TAJ yang berfokus pada pertambangan batu bara.
Selain itu, sejumlah anak perusahaan juga menjalankan lini bisnis berbasis kompetensi, di antaranya Indometal London Limited sebagai agen pemasaran di kawasan Eropa dan Amerika, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung di sektor galangan kapal, PT Timah Agro Manunggal di bidang reklamasi, serta PT Timah Karya Persada Properti di sektor properti.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







