Saat Pandemi, BP3MI Kepri Catat 31 PMI Non Prosedural Berhasil Terselamatkan

- Author

Rabu, 14 Juni 2023 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pelaku penyeludupan PMI Non Prosedural yang diamankan Satreskrim Polres Karimun baru-baru ini. Foto: Kepriheadline.id

Dua pelaku penyeludupan PMI Non Prosedural yang diamankan Satreskrim Polres Karimun baru-baru ini. Foto: Kepriheadline.id

Karimun, Kepriheadline.id – Selama Pandemi Covid-19, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri menyelamatkan sedikitnya 31 orang PMI Non Prosedural yang akan dipekerjakan ke Malaysia.

PMI Non Prosedural itu diberangkatkan melalui jalur-jalur tidak resmi dengan berbagai modus yang dilakukan. Korban-korbannya, merupakan warga dari luar Provinsi Kepri, antaranya seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan NTB.

Koordinator BP3MI Perwakilan Karimun Ronal mengatakan, pada tahun 2020 lalu saat pandemi Covid-19, BP3MI mencatat ada sekitar 31 orang nyaris menjadi korban pelaku pengiriman PMI Non Prosedural.

“Kita bicara konteksnya saat 2 tahun Covid-19, itu ada 31 korban dan sudah kami pulangkan ke daerah asal,” kata Ronal, Selasa (13/6/2023).

Untuk diketahui, PMI Jalur non Prosedural mempunyai banyak resiko, selain mengancam keselamatan nyawa juga tidak ada jaminan ketika terjadi persoalan terhadap PMI di tempatnya bekerja, hal itu karena tidak adanya dokumen-dokumen resmi.

Namun demikian, masih banyak orang-orang yang memilih untuk menjadi PMI dengan cara mengikuti jalur non prosedural.

“Keselamatan para PMI sangat diutamakan sebelum penempatannya ke luar negeri, untuk itu perlunya kesadaran masyarakat untuk mengikuti peraturan yang berlaku yakni menjadi PMI melalui perusahaan yang berbadan hukum dan ditunjuk sebagai perusahaan penempatan PMI sesuai prosedur,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk di Kepri terdapat beberapa perusahaan resmi yang berwenang mengirimkan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu perusahaan itu, terdapat di Karimun, yakni PT Bumi Antar Nusa.

“Di Batam ada 2 perusahaan resmi, dan Karimun ada satu, yakni PT Bumi Antar Nusa. Kami harapkan masyarakat selalu melewati jalur resmi, untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

(cr1/red)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB