KARIMUN, KepriHeadline.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencatat 21 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekan pertama Oktober 2026, di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah Karimun.
Jumlah kasus tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi pada hari-hari biasanya.
Sementara itu, sepanjang September 2026, Dinkes Karimun mencatat sebanyak 249 kasus ISPA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Soerjadi mengatakan, kondisi kabut asap saat ini sudah masuk kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Angka itu baru pantauan pada minggu pertama Oktober 2026. Besok kita update lagi perkembangannya,” kata Soerjadi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) perlu mendapat perhatian lebih karena lebih sensitif terhadap paparan kabut asap.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Soerjadi mengimbau kelompok tersebut agar membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga disarankan menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan polusi udara.
“Selalu menggunakan masker dan kurangi tempat-tempat yang kabut asapnya tebal,” ujarnya.
Dinkes Karimun akan terus memantau perkembangan kasus ISPA seiring kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diharapkan tetap waspada dan mengurangi paparan kabut asap untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







