KARIMUN, KepriHeadline.id – Seorang pria berinisial ASH (29), warga Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, ditemukan meninggal dunia di kamar rumah kontrakan di kawasan Teluk Air, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Minggu (11/10/2026) pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya sekira pukul 07.15 WIB dalam kondisi tubuh kaku dan tidak bernapas.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan nyeri di bagian ulu hati saat makan malam bersama dua rekannya pada Sabtu (10/10/2026) malam.
Kapolsek Balai Karimun AKP Bakri membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurut dia, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Benar, ada penemuan mayat seorang pria berinisial ASH di sebuah rumah kontrakan di Teluk Air. Anggota langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan tim medis untuk evakuasi,” ujar Bakri, Minggu siang.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, korban bersama seorang rekannya tiba di Karimun dari Pelabuhan Harbour Bay, Batam, pada Sabtu sekira pukul 19.00 WIB.
Setibanya di Karimun, keduanya kemudian menginap di rumah kontrakan milik rekan mereka.
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban bersama dua rekannya menyantap makan malam berupa sup daging yang dipesan melalui layanan daring.
Saat makan, korban sempat mengeluhkan rasa sakit di bagian ulu hati. Setelah makan malam dan beraktivitas hingga dini hari, korban masuk ke kamar untuk beristirahat sekira pukul 01.00 WIB.
Pada Minggu pagi, salah seorang rekannya berniat membangunkan korban untuk mengajaknya sarapan.
Namun, saat membuka pintu kamar sekira pukul 07.15 WIB, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda pernapasan maupun denyut nadi.
Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pihak rumah sakit.
Sekitar pukul 08.30 WIB, ambulans tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Muhammad Sani Karimun.
Bakri menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau visum et repertum oleh dokter spesialis forensik RSUD Muhammad Sani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, pemeriksaan luar menemukan sejumlah tanda medis, di antaranya bintik-bintik perdarahan di area wajah, leher, dan dada bagian atas. Selain itu, ditemukan perubahan warna menjadi kebiruan pada kuku dan bibir serta keluarnya cairan dari lubang kemaluan.
Menurut Bakri, penyebab pasti kematian korban belum dapat ditentukan karena tidak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam tubuh.
“Penyebab pasti kematian belum dapat ditentukan secara pasti karena tidak dilakukan otopsi (pemeriksaan dalam). Namun, dari pemeriksaan awal di TKP dan hasil pemeriksaan medis luar, tidak ada indikasi tindak pidana penganiayaan,” kata Bakri.
Hingga kini, penyebab pasti kematian ASH belum dapat dipastikan. Keluhan nyeri ulu hati yang dialami korban sebelum meninggal juga belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematiannya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







