STPN Resmi Bertransformasi Jadi Politeknik Agraria, Nusron Wahid: Masuki Babak Baru Pendidikan Vokasi

- Author

Senin, 7 September 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STPN Resmi Bertransformasi Jadi Politeknik Agraria, Nusron Wahid: Masuki Babak Baru Pendidikan Vokasi

STPN Resmi Bertransformasi Jadi Politeknik Agraria, Nusron Wahid: Masuki Babak Baru Pendidikan Vokasi

YOGYAKARTA, KepriHeadline.id – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru setelah bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN.

Peresmian perubahan bentuk kelembagaan tersebut dilakukan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Nusron Wahid, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustyarsyah, serta Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian serta penyerahan bendera dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt Direktur Politeknik Agraria STPN.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron mengatakan Politeknik Agraria STPN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Nusron.

Peresmian Politeknik Agraria STPN dirangkaikan dengan prosesi wisuda 568 taruna dan taruni.

Menurut Nusron, selama puluhan tahun STPN telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang mengabdikan diri di lingkungan Kementerian ATR/BPN maupun berbagai sektor lainnya.

Kontribusi tersebut, kata dia, menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir,” kata Nusron.

Ia menjelaskan, sejumlah tahapan transformasi telah dilakukan, mulai dari perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, hingga pembukaan program studi baru.

“Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Nusron mengatakan, saat ini proses pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Kementerian ATR/BPN, lanjut dia, akan terus mengawal proses tersebut hingga seluruh tahapan selesai.

Sejalan dengan transformasi kelembagaan, tiga program studi baru yang mulai dibuka pada tahun akademik 2025/2026 juga telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Menurut Nusron, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Politeknik Agraria STPN dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” ucapnya.

Nusron berharap kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN dapat terus berkembang secara adaptif mengikuti perkembangan zaman.

Kampus tersebut juga diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi teknologi, dan berbagai solusi untuk menjawab persoalan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” ujar Nusron.

Buka Tiga Program Studi Baru

Sementara itu, Plt Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan seluruh civitas academica.

Transformasi tersebut turut ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru, yakni:

1. Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan;

2. Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan; serta

3. Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Menurut Sri Yanti, pembukaan tiga program studi tersebut menjadi bagian dari komitmen Politeknik Agraria STPN dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi,” kata Sri Yanti.

Ia berharap transformasi tersebut semakin memperkuat peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian ATR/BPN juga memberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Heri Mulianto, sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Peresmian dan wisuda perdana tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Kantor Wilayah BPN dari berbagai provinsi di Indonesia.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026
BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG
Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo
RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria
HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis
HANTARU 2026, Menteri Nusron Minta Transformasi Layanan Jadi Cara Kerja Sehari-hari
66 Tahun UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis Pertanahan dan Tata Ruang
Lampaui Target, LP2B Nasional Capai 87,63 Persen
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:21 WIB

BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:46 WIB

RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 29 September 2026 - 08:49 WIB

HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB