Distribusi Terhambat, Warga Moro Keluhkan Kelangkaan Gas 3 Kg

- Author

Rabu, 22 April 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Pertamina melakukan pendistribusian gas elpiji ke Masyarakat. Foto: istimewa

Petugas Pertamina melakukan pendistribusian gas elpiji ke Masyarakat. Foto: istimewa

KARIMUN, KepriHeadline.id – Warga Kecamatan Moro mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang kerap terjadi akibat keterlambatan distribusi. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Kelangkaan tersebut diduga dipicu oleh lambatnya pengiriman dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Tanjungbalai Karimun. Proses distribusi yang mengandalkan jalur laut dengan keterbatasan armada menjadi kendala utama.

Anto, salah satu pengecer gas di Moro, mengatakan keterlambatan distribusi bisa berlangsung hingga berhari-hari. Akibatnya, stok gas di tingkat pangkalan maupun pengecer cepat habis.

“Kosongnya gas subsidi di Moro karena distribusi dari Tanjungbalai Karimun terlalu lama, bisa sampai berhari-hari. Jadi stok habis dan terjadi kekosongan,” ujar Anto.

Ia menambahkan, kuota gas yang masuk ke wilayah Moro juga harus dibagi ke sejumlah pangkalan, sehingga ketersediaan menjadi semakin terbatas.

Hal senada disampaikan Rahmat, warga Moro, yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan memasak saat gas langka. Menurut dia, kondisi ini memaksa sebagian warga kembali menggunakan kayu bakar.

“Kadang ada, kadang tidak ada gas. Jadi susah juga untuk masak, terpaksa kembali pakai kayu bakar,” kata Rahmat.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat mencari solusi agar distribusi gas elpiji 3 kg ke Moro berjalan lebih lancar dan tidak lagi mengalami keterlambatan.

Selain masalah distribusi, warga juga menyoroti harga jual gas subsidi di tingkat pengecer yang mencapai Rp 28.000 per tabung, lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan.

(*)

 

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka
Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya
Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun
KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB