Ratusan Warga Gelar Unjuk Rasa Tuntut Pembebasan Lahan di Kawasan PT KG

- Author

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga yang tinggal di kawasan PT Karimun Granite (KG) Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. (Foto: Rc/KepriHeadline.id)

Ratusan warga yang tinggal di kawasan PT Karimun Granite (KG) Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. (Foto: Rc/KepriHeadline.id)

Karimun, KepriHeadline.id – Ratusan warga yang tinggal di kawasan PT Karimun Granite (KG) Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat menggelar unjuk rasa, Rabu, 8 Mei 2024.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan di depan PT Karimun Granite dengan diikuti ratusan massa yang berasal dsri 5 RW di wilayah tersebut. Aksi demo itu, langsung dijaga ketat aparat penegak hukum dari TNI-Polri.

Dalam tuntutannya, massa meminta perusahaan untuk membebaskan lahan pemukiman warga dari area konsesi perusahaan.

“Jangan perusahaan pikir di sini gak ada orang, ada kami masyarakat. Kami minta bebaskan lahan pemukiman kami dari konsesi,” kata koordinator aksi, Rahmat Hidayat.

Menurut Rahmat, pihak perusahaan dinilai tidak memenuhi komitmen di tahun 2020 untuk mengeluarkan area lahan seluas 96,44 hektare yang menjadi pemukiman dan fasilitas umum dari kawasan konsesi hutan lindung.

Di kawasan tersebut, masyarakat telah bermukim sejak tahun 1971 silam. Saat ini bahkan jumlahnya telah mencapai lebih dari Rp 900 KK. Namun Perppu SK Nomor 76 tahun 2015 menetapkan kawasan pemukiman itu sebagai hutan lindung.

“Soal konsesi ini perusahaan dulu sudah juga janji akan melepaskan. Terus terang tanah kami ini bahkan sudah ada yang bersertipikat,” kata dia.

“Makanya kami minta lepaskan dulu kami dari konsesi dan nanti kami akan ajukan penyelesaian masalah hutan lindung,” tambahnya.

Selain mengenai konsesi, warga juga meminta perusahaan untuk bisa memenuhi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai dampak dari aktivitas produksi yang dilakukan.

“Selama ini selalu macet. Jadi kami minta dibuat surat komitmennya. Khususnya untuk pendidikan, sekarang kalau hujan anak-anak tidak sekolah karena tidak ada bus. Dulu kami ada,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa akhirnya membubarkan diri setelah memberi tenggang waktu kepada pihak perusahaan untuk mengkaji kebijakan sesuai dengan tuntutan mereka.

“Jadi kita beri waktu dua minggu ke depan untuk perusahaan memenuhi tuntutan kita. Kalau tidak kami akan turun aksi secara terus menerus hingga tuntutan kami diselesaikan,” katanya.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka
Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya
Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun
KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Udara Karimun Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Tetap Belajar Tatap Muka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB