KARIMUN, KepriHeadline.id – PT TIMAH Tbk terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh lini operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada karyawan dan mitra kerja berprestasi pada puncak peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan Apel Akbar di area operasional Kundur, Senin (9/2/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro. Dalam kesempatan itu, Restu menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengimplementasikan budaya K3 sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas kerja sehari-hari.
“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi harus menjadi budaya yang hidup dan diterapkan di setiap lini perusahaan,” ujar Restu.
Selain pemberian penghargaan, PT TIMAH Tbk juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Bulan K3 Nasional yang sebelumnya telah digelar di Pangkalpinang dan Division Area Kundur pada 27–30 Januari 2026. Apel Akbar ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional tahun 2026 di lingkungan PT TIMAH Tbk.
Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan menganugerahkan penghargaan dalam sembilan kategori, yakni Direktorat SCM Terbaik, Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Terbaik, Anak Perusahaan Terbaik, Kinerja Hiperkes Terbaik, Kinerja Hiperkes Terfavorit, PJO Terbaik, Insan Timah Sehat, Personil Pelaporan Observasi Terbanyak (Mandatory), serta Personil Pelaporan Observasi Terbaik (Voluntary).
Penghargaan tersebut diberikan kepada unit kerja dan individu yang dinilai konsisten menunjukkan kepatuhan, komitmen, serta kontribusi nyata dalam mendukung implementasi sistem manajemen keselamatan pertambangan dan kesehatan kerja.
Salah satu penerima penghargaan Insan Timah Sehat kategori Wanita Usia di Bawah 40 Tahun, Indah Hapriyani dari Division Area Belitung, menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, terutama di industri pertambangan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Keselamatan itu tidak bisa ditawar. Di lingkungan kerja pertambangan yang risikonya tinggi, setiap potensi bahaya harus dihentikan dan diperbaiki terlebih dahulu sebelum pekerjaan dilanjutkan,” katanya.
Indah juga membagikan pengalamannya dalam menjaga kesehatan agar tetap produktif. Menurut dia, pola hidup sehat menjadi fondasi penting untuk mendukung kinerja optimal.
“Kalau tubuh sehat, pekerjaan bisa dilakukan dengan baik dan cepat. Saya menerapkan intermittent fasting dengan jendela makan tertentu dan mengutamakan konsumsi real food. Pola hidup sehat seperti ini perlu terus didorong di kalangan karyawan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Eddy, karyawan Divisi HSSE Area Kundur yang tergabung dalam tim pemenang Timah Fire and Rescue Challenge. Ia menilai penerapan budaya K3 harus menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi tim tanggap darurat.
“Bagi kami, keselamatan kerja adalah yang utama. Budaya K3 harus diterapkan setiap hari, khususnya bagi tim pemadam kebakaran,” katanya.
Eddy menambahkan, timnya juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional Kundur.
“Kami rutin memberikan pelatihan, mulai dari anak-anak PAUD hingga masyarakat umum, agar memiliki pemahaman dasar tentang penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi operasional perusahaan. Dengan kolaborasi seluruh karyawan dan mitra kerja, perusahaan menargetkan terciptanya lingkungan kerja yang andal, produktif, dan bebas dari kecelakaan fatal, sejalan dengan prinsip pertambangan berkelanjutan.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






