Karimun, KepriHeadline.id – Jajaran Kepolisian Sektor Meral, Polres Karimun ungkap kronologis meninggalnya, seorang anak usia 7 tahun berinisial Mg di Kolam Renang Teratai, Wonosari Kelurahan Baran Barat, Minggu, 11 Febuari 2024 sekira pukul 17.00 WIB.
Dalam kejadian itu, polisi telah mengambil keterangan para saksi-saksi di tempat kejadian, termasuk teman-teman korban yang ketika itu diketahui bersamanya.
Kapolsek Meral AKP Kumala Enggar Anjarani menjelaskan, korban Mg diketahui pergi ke kolam renang tersebut, bersama kakak kandungnya dan beberapa orang yang diketahui sebagai teman-teman kakaknya.
“Kami telah mengambil keterangan beberapa orang saksi dalam kejadian itu. Dan diketahui, korban ini pergi bersama kakak kandungnya berinisial V dan beberapa temannya,” kata AKP Kumala Enggar.
Baca juga:BreakingNews! Anak 7 Tahun Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Kolam Renang Wonosari
Ia mengatakan, korban dan kakak kandungnya, diketahui dijemput oleh salah satu temannya di kawasan Jalan Setia Budi dan kemudian pergi menuju ke Kolam Renang Teratai di Wonosari Kelurahan Baran Barat untuk berenang.
“Jadi mereka ini dijemput menggunakan motor beat dengan berboncengan empat orang. Sesampainya disana mereka kemudian berenang,” ujarnya.
AKP Enggar menyebutkan, kejadian tenggelamnya Mg itu terjadi ketika para saksi, yakni kakak kandung dan beberapa temannya sedang mengganti pakaian. Saat itu, kakak korban sempat mencari keberadaan MG, hingga akhirnya Ia melihat korban telah tenggelam di dalam kolam untuk orang dewasa.
“Jadi mengetahui itu, pengunjung lainnya langsung membantu melakukan penyelamatan. Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Muhammad Sani menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan,” katanya.
Sesampai di RSUD Muhammad Sani, ternyata takdir berkata lain. Korban dikonfirmasi oleh tim dokter, bahwa telah meninggal dunia.
“Tim dokter mengkonfirmasi korban telah meninggal dunia, dan dari hasil visum dokter, korban meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya dalam bermain, agar hal serupa tidak kembali terulang. Selain itu, untuk tempat-tempat wisata, hendaknya lebih meningkatkan pengawasan, khususnya kepada anak-anak yang datang tidak bersama orang tuanya.
“Mencegah lebih baik, kami harap masyarakat lebih meningkatkan pengawasan,” tutupnya.
(*)
Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS







