KARIMUN, KepriHeadline.id – PT PLN (Persero) Karimun akan melakukan pemeliharaan darurat (emergency) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karimun Unit 2 selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Mei 2026.
Dampaknya, masyarakat di wilayah Kabupaten Karimun akan mengalami manajemen beban berupa pemadaman listrik bergilir, terutama pada jam beban puncak.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kegiatan pemeliharaan tersebut.
Pemeliharaan darurat ini dilakukan setelah tim pembangkit menemukan adanya gangguan teknis pada salah satu komponen sistem pembakaran batu bara. Jika tidak segera ditangani, gangguan tersebut berpotensi meluas dan memperpanjang waktu perbaikan.
“Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan yang lebih besar pada unit pembangkit,” ujar Manager ULP Tanjung Balai Karimun Ahmad Subhan.
Selama masa pemeliharaan, daya mampu sistem kelistrikan Karimun diperkirakan hanya mencapai 32 megawatt (MW), sementara beban puncak diprediksi mencapai 34,5 MW. Artinya, terdapat defisit daya sekitar 2,5 MW, terutama pada periode beban puncak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, PLN akan menerapkan manajemen beban secara bergilir pada jam-jam tertentu. Meski demikian, PLN memastikan pasokan listrik tetap diprioritaskan untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan pelabuhan.
PLN juga menyebut tim pemeliharaan telah mengidentifikasi titik permasalahan dan tengah berupaya mempercepat proses perbaikan agar sistem kelistrikan dapat kembali normal lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
“Kami berharap proses pemeliharaan berjalan lancar dan dapat selesai lebih cepat. Sekali lagi kami memohon maaf atas kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini,” ujar pihak PLN.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






