Kabel Puluhan Juta Dicuri, Kejari Karimun Fasilitasi Penyelesaian dengan Restorative Justice

- Author

Rabu, 12 November 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabel Puluhan Juta Dicuri, Kejari Karimun Fasilitasi Penyelesaian dengan Restorative Justice

Kabel Puluhan Juta Dicuri, Kejari Karimun Fasilitasi Penyelesaian dengan Restorative Justice

Karimun, KepriHeadliine.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun tengah memfasilitasi penyelesaian kasus pencurian kabel senilai puluhan juta rupiah yang melibatkan tiga pekerja konstruksi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, melalui mekanisme restorative justice (RJ).

Ketiga pelaku masing-masing berinisial AFS (22), AHM (22), dan MA (31). Mereka diduga mencuri kabel milik PT AI yang terpasang di area proyek PT Soma Daya Utama (SDU).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Karimun, Jumieko Andra, mengatakan berkas perkara ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap. Penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II dijadwalkan berlangsung pada Rabu (12/11/2025).

“Berkas perkara sudah lengkap. Besok kami akan memanggil kedua belah pihak, baik korban maupun para tersangka, termasuk tokoh masyarakat yang turut mengajukan permohonan RJ,” ujar Jumieko di Karimun, Selasa (11/11/2025).

Menurut Jumieko, Kejari Karimun membuka peluang penyelesaian perkara di luar pengadilan setelah menerima permohonan dari salah satu tokoh masyarakat. Langkah tersebut juga mendapat respons positif dari pihak perusahaan selaku korban.

“Jika pihak korban bersedia berdamai, maka proses restorative justice akan kami fasilitasi. Tokoh masyarakat juga akan kami hadirkan dalam proses itu,” katanya.

Jalur restorative justice merupakan salah satu bentuk penyelesaian hukum yang mengedepankan pemulihan dan kesepakatan damai antara korban dan pelaku, tanpa harus melanjutkan perkara ke persidangan.

Baca Juga :  Ambulans Laut, Inovasi Firman-Ery Atasi Kendala Akses Kesehatan Masyarakat Pesisir Karimun

Kasus pencurian ini terjadi pada 12 Oktober 2025 dini hari. Aksi para pelaku terungkap setelah tim keamanan PT AI mencurigai sosok yang mirip dengan AFS, yang ternyata juga bekerja sebagai petugas keamanan di perusahaan tersebut.

AFS sebelumnya meminta izin pulang dengan alasan pribadi, namun kemudian terlihat beraktivitas mencurigakan di area gelap sekitar lokasi. Saat hendak diamankan, AFS sempat melarikan diri.

Tim keamanan kemudian menemukan gulungan kabel di luar pagar perusahaan. Setelah dilakukan interogasi, AFS mengakui perbuatannya dan menyebut dua rekannya, AHM dan MA, ikut terlibat.

Barang bukti yang diamankan berupa kabel seberat 300 kilogram dengan panjang 18,6 meter, senilai sekitar Rp20,4 juta. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku diduga sudah melakukan pencurian serupa sedikitnya tiga kali, dengan total panjang kabel yang dicuri sebelumnya mencapai 53 meter.

Meski upaya damai tengah diupayakan, Kejari Karimun memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan sambil menunggu hasil mediasi antara korban dan pelaku.

“Kami tetap menjalankan prosedur hukum sebagaimana mestinya. Namun jika nanti tercapai kesepakatan damai dan terpenuhi syarat RJ, maka perkara dapat diselesaikan tanpa proses peradilan,” ujar Jumieko.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Mutu Makan Bergizi Gratis, Wabup Karimun Turun Langsung ke SPPG
Pemkab Karimun Gandeng DMI dan KKPM Shadik, Perkuat Pembinaan Pelajar di Bulan Suci Ramadan
Gojek Karimun Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Bagikan Ratusan Paket Takjil di Bulan Ramadan
Dorong Energi Terbarukan, Pemkab Karimun Siapkan Pulau Belat untuk Megaproyek PLTS
Bupati Iskandarsyah Buka Musrenbang Karimun 2026, Fokus Ekonomi Biru dan Penguatan Investasi
Bea Cukai Kepri dan Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Senilai Rp 3,2 Miliar ke Malaysia
Isu Uang “Gerenti” di Karimun Jadi Sorotan, PBB Tegaskan Tak Ada Pungutan oleh Imigrasi
Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:17 WIB

Pastikan Mutu Makan Bergizi Gratis, Wabup Karimun Turun Langsung ke SPPG

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:38 WIB

Pemkab Karimun Gandeng DMI dan KKPM Shadik, Perkuat Pembinaan Pelajar di Bulan Suci Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:22 WIB

Gojek Karimun Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Bagikan Ratusan Paket Takjil di Bulan Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:19 WIB

Dorong Energi Terbarukan, Pemkab Karimun Siapkan Pulau Belat untuk Megaproyek PLTS

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:02 WIB

Bupati Iskandarsyah Buka Musrenbang Karimun 2026, Fokus Ekonomi Biru dan Penguatan Investasi

Berita Terbaru