Ekosistem Laut Terjaga, PT Timah Laksanakan Penambangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat

- Author

Senin, 9 Juni 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekosistem Laut Terjaga, PT Timah Laksanakan Penambangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat. FOTO: Corporate Communication PT Timah Tbk

Ekosistem Laut Terjaga, PT Timah Laksanakan Penambangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat. FOTO: Corporate Communication PT Timah Tbk

PANGKALPINANG – Laut berperan penting untuk menopang kehidupan mahluk hidup dan menjaga ekosistem. Laut memiliki potensi dan maaf yang sangat besar. PT Timah Tbk sebagai perusahaan pertambangan timah yang beroperasi di laut berkomitmen untuk melaksanakan praktik penambangan yang baik.

Menerapkan prinsip good mining practice, PT Timah mengelola potensi laut berupa timah untuk kesejahteraan negara dan masyarakat. Timah menjadi salah satu logam strategis yang dibutuhkan untuk mendukung industri manufaktur dan teknologi.

Potensi timah yang tidak dimiliki oleh banyak negara, menjadikan Indonesia memegang peranan strategis sebagai salah satu produsen timah terbesar di dunia. Penambangan timah yang dilaksanakan di laut juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga cadangan timah Indonesia.

Dalam mengelola sumberdaya alam timah yang ada di laut, PT Timah tidak hanya sekadar menambang namun juga melakukan berbagai inisiatif untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir melalui berbagai program yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Beberapa program yang dilaksanakan PT Timah untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir diantaranya ialah menenggelamkan artificial reef, tranplantasi terumbu karang, fish shelter, penanaman mangrove, pemantauan kualitas air laut, restocking kepiting bakau dan cumi yang merupakan bagian dari program reklamasi laut.

Medio 2016-2024 telah menenggelamkan 1.475 unit transplantasi karang, fish shelter 3.105 menenggelamkan sebanyak 7.680 unit artificial reef, merestocking 40.435 ekor cumi yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Artificial reef atau terumbu buatan ini tidak hanya menjadi tempat berkembang biaknya ikan, tetapi juga membantu memulihkan ekosistem laut.

Reklamasi laut juga dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau, bentuk reklamasi yang dilakukan yakni memasang penahan abrasi sebanyak 2.360 meter, menanam mangrove seluas 12,81 hektar dan melakukan restocking kepiting sebanyak 3.800 ekor pada 2017-2024.

Dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah juga berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, nelayan dan organisasi masyarakat.

Program reklamasi laut yang dilaksanakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID tidak hanya untuk menjaga ekosistem laut tapi juga sebagai upaya untuk mendukung pariwisata bawah laut seperti penenggelaman coral garden di Pulau Putri, Kabupaten Bangka.

PT Timah juga memberdayakan kelompok nelayan dalam program artificial reef dimana para nelayan dilibatkan langsung dalam pembuatan, penenggelaman, perawatan hingga para nelayan bisa merasakan manfaat dengan kehadiran fishing ground di kawasan itu guna meningkatkan hasil tangkapan mereka.

“Operasional yang berkelanjutan harus sejalan dengan perlindungan lingkungan. Perusahaan menjalankan berbagai program untuk menjaga ekosistem laut dengan melibatkan kelompok masyarakat termasuk nelayan,” kata Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan.

Menurut Anggi, sinergi menjaga laut bukan hanya soal perlindungan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.

“Melalui program pemberdayaan, perusahaan bersama nelayan menjaga ekosistem laut sekaligus mengembangkan usaha berbasis laut yang berkelanjutan, seperti wisata bahari, atau olahan hasil laut. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membangun hubungan harmonis antara aktivitas industri dan keberlangsungan lingkungan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujar Anggi.

Potensi laut harus dioptimalkan untuk mendukung perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan menjaga kelestariannya.

Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa sektor pertambangan laut juga dapat bersinergi dan berdampingan dengan sektor lainnya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.(*)

Editor : Ricky Robian Syah

Sumber Berita : www.timah.com

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT TIMAH Libatkan Peternak Lokal dalam Pengadaan Hewan Kurban, Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah
Karyawan PT TIMAH dan Jamaah Masjid Al Huda Gotong Royong Salurkan Daging Kurban untuk Masyarakat
PT TIMAH Salurkan 17 Hewan Kurban di Pangkalpinang, Dibagikan kepada Ribuan Warga
Ratusan Nelayan Gotong Royong Atasi Pendangkalan Muara Jelitik, PT Timah Fasilitasi Pemasangan Jumbo Bag
PT TIMAH Salurkan 268 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat di Tiga Provinsi
PT Timah Bantu Sarana Karang Taruna Sinar Bulan untuk Dukung Kegiatan Sosial Warga
Wamen ATR/BPN Dorong Pemprov Kalteng Optimalkan GTRA untuk Selesaikan Konflik Pertanahan
Menteri ATR/BPN Apresiasi UAS Alihmedia Sertipikat Tanah ke Elektronik
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:20 WIB

PT TIMAH Libatkan Peternak Lokal dalam Pengadaan Hewan Kurban, Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:12 WIB

Karyawan PT TIMAH dan Jamaah Masjid Al Huda Gotong Royong Salurkan Daging Kurban untuk Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:03 WIB

PT TIMAH Salurkan 17 Hewan Kurban di Pangkalpinang, Dibagikan kepada Ribuan Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:52 WIB

Ratusan Nelayan Gotong Royong Atasi Pendangkalan Muara Jelitik, PT Timah Fasilitasi Pemasangan Jumbo Bag

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

PT TIMAH Salurkan 268 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat di Tiga Provinsi

Berita Terbaru