Buaya yang Viral di Karimun, Diserahkan ke BKSDA Batam

- Author

Rabu, 24 April 2024 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkar memasukkan buaya muara yang berhasil diamankan sebelumnya ke dalam peti, untuk selanjutnya dibawa ke Kawasan Penangkaran Pulau Bulan, Batam. (FOTO: Rc/KepriHeadline.id)

Petugas Damkar memasukkan buaya muara yang berhasil diamankan sebelumnya ke dalam peti, untuk selanjutnya dibawa ke Kawasan Penangkaran Pulau Bulan, Batam. (FOTO: Rc/KepriHeadline.id)

Karimun, KepriHeadline.id – Buaya Muara berukuran 3 meter yang berhasil ditangkap Damkar dan BPBD Kabupaten Karimun bersama masyarakat di Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat diserahkan ke BKSDA Batam.

Hewan reptil itu rencananya akan dibawa ke kawasan Konservasi di Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Hari ini kami akan evakuasi biaya hasil Penanganan konflik dilakukan BPBD dan Damkar Kabupaten bersama masyarakay. Buaya ini selanjutnya akan kami tempatkan di kawasan konservasi Pulau Bulan.,” kata Koordinasi BKSDA Riau Seksi Konservasi Wilayah II Batam Ariyanto, Rabu, 24 April 2024.

Ia mengatakan, saat ini berdasarkan hasil pengamatan, kondisi buaya tersebut mengalami stres akibat luka yang dialaminya saat proses penangkapan. Dimana, ekor buaya itu hampir putus, dan di badan juga ada terdapat luka sobek.

Dalam kesempatan itu juga, Ariyanto menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak bertindak sembarangan, apabila ada menemui hewan reptil, seperti buaya ini. Ia meminta, masyatakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang yang ahli dalam melakukan evakuasi, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil tindakan.

“Segera melapor kepada pihak BPBD atau instansi pemerintah yang ahli untuk melakukan evakuasi. Jangan ambil tindakan sendiri,” katanya.

Menurut Ariyanto, selain termasuk satwa yang dilindungi, proses penangkapannya juga harus aman bagi masyarakat, petugas ataupun buaya itu sendiri.

“Pesan kami dari balai konservasi, penanganan konflik buaya harus dilakukan oleh orang ahli. Kalau ada penemuan buaya, masyarakat melaporkan ke pemerintah dan menunggu,” pesan dia.

Ariyanto juga menjelaskan, alasan keberadaan buaya di Guntung Punak yang jauh dari habitat aslinya, menurut Ariyanto, dikarenakan buaya itu sedang mencari makan.

“Bisa jadi dia mencari makan. Disitu bukan habitatnya, tapi ada aliran parit. Penyebabnya bisa jadi habitat buaya yang ada di Meral Barat itu terganggu, sehingga menyasar kesana,”katanya.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya
Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun
KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Warga Batam Ditemukan Tewas di Karimun, Polisi Ungkap Kronologinya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB