BANGKA – Sebanyak 36 pelajar berprestasi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di Kelas Beasiswa PT Timah yang diselenggarakan di SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka.
Bagi para siswa tersebut, kesempatan menempuh pendidikan melalui program beasiswa ini bukan sekadar membuka akses terhadap sekolah berkualitas, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menggapai cita-cita, meski harus meninggalkan keluarga di usia yang masih belia.
Di balik koper yang mereka bawa, tersimpan harapan besar orang tua serta tekad untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.
Salah satu peserta, Kirana, lulusan SMP Negeri 1 Selat Nasik, Kabupaten Belitung, mengaku termotivasi mengikuti program Kelas Beasiswa PT Timah karena ingin memperluas wawasan sekaligus memperoleh lingkungan belajar yang mampu mendukung pengembangan dirinya.
Putri seorang nelayan asal Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik itu bercita-cita menjadi seorang guru.
“Saya ingin belajar lebih banyak dan mendapatkan lingkungan yang bisa membantu saya berkembang,” ujar Kirana saat kegiatan serah terima peserta didik baru Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali, pekan lalu.
Meski harus berpisah dengan kedua orang tuanya, Kirana memahami bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari perjuangan meraih masa depan yang lebih baik.
Ia mengaku sempat merasa sedih karena baru pertama kali tinggal jauh dari keluarga. Namun, dukungan orang tua menjadi penyemangat baginya.
“Ayah dan ibu selalu bilang saya harus semangat karena kondisi ekonomi keluarga memang terbatas. Mereka berpesan agar saya menjaga pergaulan dan fokus belajar,” katanya.
Kirana berharap program Kelas Beasiswa PT Timah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak berprestasi dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Harapan serupa disampaikan Nindy Syahputri, lulusan MTsN Karimun, Kepulauan Riau. Ia mengenal program tersebut dari alumni Kelas Beasiswa PT Timah yang merupakan teman kakaknya.
Nindy mengaku ingin menjadi pribadi yang mandiri, sukses, serta mampu membanggakan kedua orang tuanya. Ia juga memiliki cita-cita menjadi seorang guru.
“Saya ingin lebih fokus belajar, mengembangkan potensi diri, dan suatu hari nanti bisa menjadi guru yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara itu berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Meski berat melepas kepergiannya, kedua orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh agar ia memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Orang tua bilang saya harus mencoba. Kalau memang rezeki pasti berhasil. Memang sedih karena belum pernah sejauh ini dari mereka, tetapi ini demi masa depan,” katanya.
Nindy juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah memberikan kesempatan baginya menjadi bagian dari Pemali Boarding School.
“Program ini sangat membantu keluarga kami dan menjadi jalan saya untuk meraih cita-cita,” ucapnya.
Sementara itu, Aqila Mumtaz, lulusan SMP Negeri 2 Pangkalpinang, mengaku tidak menyangka berhasil lolos setelah melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes akademik hingga psikotes.
Ia menargetkan dapat melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan bercita-cita menjadi seorang diplomat.
“Bagi saya ini kesempatan yang luar biasa. Semoga saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh, masuk perguruan tinggi impian, dan menjadi diplomat,” katanya.
Peserta lainnya, M. Afiq Arsyad, lulusan SMP Negeri 3 Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengikuti program tersebut berdasarkan rekomendasi dari sekolahnya.
Putra seorang petani itu mengatakan kesempatan belajar di Pemali Boarding School menjadi harapan baru bagi keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Orang tua saya usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka tetap mendukung saya walaupun harus jauh dari rumah. Bahkan ini pertama kalinya saya naik pesawat,” ujarnya.
Afiq yang juga bercita-cita menjadi guru berharap dapat memanfaatkan kesempatan belajar tersebut untuk meraih prestasi sekaligus mewujudkan impian keluarganya.
Ia berharap Program Kelas Beasiswa PT Timah terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar berprestasi dari keluarga sederhana memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







