PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang. Dukungan ini diwujudkan dalam kegiatan Lomba Ananda Bersinar yang digelar pada Selasa (31/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PT TIMAH berpartisipasi dengan mendukung lomba Da’i dan Da’iyah yang diikuti sebanyak 71 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Anak Bersih Narkoba Tahun 2026.
Melalui pendekatan keagamaan, lomba ini dinilai menjadi sarana efektif untuk menyampaikan edukasi bahaya narkoba secara santun dan mudah dipahami, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak usia dini.
Kepala BNN Kota Pangkalpinang, Kombes Pol Muhammad Nizar, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
“Melalui program Ananda Bersinar, kami berkomitmen melakukan pencegahan sejak dini, salah satunya melalui media dakwah agar pesan anti narkoba dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT TIMAH dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas 2045.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi dengan PT TIMAH dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung program P4GN, yaitu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika,” kata Nizar.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Eko Kristianto. Ia menilai keterlibatan PT TIMAH mencerminkan kepedulian BUMN terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam membentengi generasi muda. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke program-program pencegahan yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan advokasi bagi anak-anak untuk memahami bahaya narkoba.
“Kami ingin anak-anak sejak sekolah dasar berani menyuarakan bahaya narkoba serta mampu membentengi diri untuk menolaknya,” katanya.
Salah satu peserta, Meghumi Arazyqya Zhaura Lora, siswi MIN 1 Bangka Tengah yang berhasil meraih juara pertama, mengaku bangga dapat mengikuti lomba tersebut.
“Saya senang bisa ikut lomba ini. Meski baru pertama kali, saya tetap semangat karena sudah latihan bersama orang tua,” ujarnya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







