Dapur MBG Sei Lakam Karimun Ditutup Sementara Usai Dugaan Keracunan Siswa

- Author

Kamis, 25 September 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur MBG Sei Lakam Karimun Ditutup Sementara Usai Dugaan Keracunan Siswa

Dapur MBG Sei Lakam Karimun Ditutup Sementara Usai Dugaan Keracunan Siswa

Karimun, KepriHeadline.id – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kepulauan Riau menghentikan sementara operasional Dapur SPPG Sei Lakam 1, yang selama ini menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SMP Negeri 2 Karimun.

Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah pelajar usai menyantap sajian dari dapur tersebut.

Kepala SPPG Sei Lakam 1, Meciridayani, mengatakan keputusan penghentian operasional datang langsung dari BGN Regional Kepri. Instruksi itu disampaikan tak lama setelah muncul laporan siswa mengalami gejala mual hingga sesak napas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi saya sudah koordinasi dengan kepala regional Kepri. Beliau menginstruksikan agar dapur ditutup sementara sampai masalah ini selesai,” kata Meciridayani saat mendampingi kunjungan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole ke SPPG Sei Lakam, Kamis (25/9/2025).

Meciridayani menjelaskan, seluruh proses pengolahan makanan sebenarnya sudah mengikuti standar prosedur yang ditetapkan BGN. Mulai dari penerimaan bahan baku, tahap pemorsian, hingga distribusi ke penerima manfaat.

“Masak tahap pertama selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu ada proses pendinginan sebelum makanan didistribusikan. Selain itu, setiap menu juga diuji oleh ahli gizi dan dicicipi oleh relawan MBG sebelum dibagikan,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti belasan siswa mengalami gejala keracunan. Sampel makanan sudah dikirimkan ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam untuk diperiksa lebih lanjut.

“Nanti hasil uji laboratorium akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Karimun yang juga Wakil Bupati, Rocky Marciano Bawole, meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait insiden ini.

“Mohon bersabar, tunggu hasil uji laboratorium. Jangan memberikan spekulasi atau pernyataan yang bisa menimbulkan keresahan,” tegas Rocky.

Ia menambahkan, kejadian ini merupakan hal yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

“Kita berdoa semoga ini bukan kejadian luar biasa, tapi sesuatu yang di luar perkiraan kita semua,” ujar Rocky.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKSB Karimun Turun ke Jalan, Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap
Korupsi KUR Mikro di Karimun, 3 Orang Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 740 Juta
Asap Kiriman Sumatera dan Kalimantan Selimuti Karimun, Jarak Pandang Kurang dari 1 Kilometer
Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Kundur Ditemukan Meninggal Dunia
Kualitas Udara Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Belajar dari Rumah 14-16 Oktober
Nelayan Hilang Saat Menjaring Ikan di Perairan Kundur, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pemeriksaan Kesehatan Gratis IHC RSBT Karimun Disambut Antusias Pengunjung KWM
Dinkes Karimun Catat 21 Kasus ISPA pada Pekan Pertama Oktober 2026

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PKSB Karimun Turun ke Jalan, Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Korupsi KUR Mikro di Karimun, 3 Orang Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 740 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Asap Kiriman Sumatera dan Kalimantan Selimuti Karimun, Jarak Pandang Kurang dari 1 Kilometer

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Kundur Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Kualitas Udara Tidak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Belajar dari Rumah 14-16 Oktober

Berita Terbaru