Jembatan Gantung Jadi Harapan Warga Sugie Besar untuk Dongkrak Ekonomi dan Pendidikan

- Author

Senin, 30 Maret 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Gantung Jadi Harapan Warga Sugie Besar untuk Dongkrak Ekonomi dan Pendidikan

Jembatan Gantung Jadi Harapan Warga Sugie Besar untuk Dongkrak Ekonomi dan Pendidikan

KARIMUN, KepriHeadline.id – Kehadiran jembatan masih menjadi harapan besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Bagi warga, jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penghubung utama yang menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian.

Harapan itu kini disuarakan masyarakat di Desa Keban dan Desa Niur Permai, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dua desa ini dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pariwisata dan perikanan, namun keterbatasan akses masih menjadi kendala utama.

Selama ini, mobilitas warga antarwilayah hanya mengandalkan sampan atau perahu kecil. Aktivitas tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat ombak tinggi atau cuaca buruk melanda, aktivitas warga praktis terhambat, bahkan terhenti.

Dampak paling terasa terjadi pada sektor pendidikan dan kesehatan. Para pelajar dan guru harus menyeberangi laut menggunakan sampan yang disediakan desa untuk menuju sekolah. Kondisi serupa juga dialami warga yang membutuhkan layanan kesehatan ke puskesmas terdekat.

“Kalau ada ombak besar kami sulit ke sekolah dan sering terlambat. Kami berharap ada jembatan supaya bisa berangkat dengan aman dan nyaman,” ujar seorang siswa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, Raja Machrizal, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Keban dan Desa Niur Permai.

Menurut dia, keberadaan jembatan akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil perikanan, pertanian, serta pengembangan sektor pariwisata dan jasa.

“Selain itu, pelayanan masyarakat juga akan lebih optimal karena pusat pemerintahan kecamatan berada di Desa Rawa Jaya yang satu pulau dengan Niur Permai. Ini bagian dari upaya pemerataan pembangunan,” kata Machrizal.

Ia menambahkan, Bupati Karimun bersama Ketua DPRD Karimun telah mengusulkan pembangunan jembatan tersebut ke pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan.

Usulan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pembangunan jembatan gantung sebagai simbol kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Machrizal berharap, realisasi pembangunan jembatan dapat mendorong masuknya investasi dan menggerakkan sektor pariwisata, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemkab Karimun terus berupaya menjalin koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan jembatan gantung ini dapat segera terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan tersebut. Ia bahkan turun langsung ke lokasi bersama Dinas PUPR guna menyerap aspirasi masyarakat dan melihat kondisi di lapangan.

“Kami melihat langsung anak-anak harus menyeberang laut setiap hari untuk sekolah. Mereka adalah aset berharga daerah yang harus mendapatkan akses pendidikan yang aman,” kata Rafiza.

Ia menilai, pembangunan jembatan gantung merupakan solusi jangka panjang yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat di kedua desa tersebut.

“Program ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan harapan masyarakat,” ucapnya.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Sekolah Rakyat di Karimun Segera Ditenderkan, Nilai Proyek Rp 200 Miliar
Mayat Tanpa Identitas di Perairan Karimun Diduga Korban Jatuh dari Kapal di Singapura
Imigrasi Karimun Bebaskan Biaya Overstay bagi WNA Terdampak Konflik Timur Tengah
Breaking News! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Pulau Mudu Karimun
BumDes Beruntung Panen Perdana Jagung Pakan, Karimun Mulai Kurangi Ketergantungan Pasokan Luar Daerah
PT Timah Salurkan Santunan untuk Tahfiz Al-Qur’an, Jadi Penyemangat Generasi Qurani di Ramadan
KSOP Karimun Sanksi Dua Tekong Speedboat Usai Aksi Ugal-ugalan di Laut
Penilaian Festival Eid Mubarak Karimun Diklaim Transparan, Pemenang Diumumkan 28 Maret

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 20:33 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Karimun Segera Ditenderkan, Nilai Proyek Rp 200 Miliar

Senin, 30 Maret 2026 - 19:28 WIB

Mayat Tanpa Identitas di Perairan Karimun Diduga Korban Jatuh dari Kapal di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 19:14 WIB

Jembatan Gantung Jadi Harapan Warga Sugie Besar untuk Dongkrak Ekonomi dan Pendidikan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:33 WIB

Imigrasi Karimun Bebaskan Biaya Overstay bagi WNA Terdampak Konflik Timur Tengah

Senin, 30 Maret 2026 - 13:59 WIB

Breaking News! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Pulau Mudu Karimun

Berita Terbaru