Karimun, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan ketersediaan beras di daerah tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga pekan ke depan. Warga pun diimbau tetap berbelanja secara wajar dan tidak panik menyikapi isu kelangkaan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan serta ESDM (Diskopp-ESDM) Kabupaten Karimun, Basori, mengatakan kebutuhan konsumsi beras masyarakat Karimun rata-rata mencapai sekitar 400 ton per pekan.
“Saat ini stok beras yang tersedia di pasaran sekitar 800 ton, termasuk di tingkat pengecer yang berkisar antara 80 hingga 100 ton. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi hingga tiga minggu ke depan,” ujar Basori, Selasa (12/1/2026).
Selain stok di pasar, ketersediaan beras juga diperkuat oleh cadangan yang dimiliki Perum Bulog. Untuk beras medium, Bulog Karimun saat ini menyimpan sekitar 700 ton, sementara stok beras premium tercatat sebanyak 24 ton.
Basori menegaskan, jumlah tersebut masih berada dalam batas aman dan terkendali. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang belum tentu benar, karena pola belanja berlebihan justru berpotensi memicu kelangkaan semu di pasaran.
“Belanja yang tidak wajar dapat berdampak pada distribusi dan harga. Stok beras kita cukup dan pemerintah terus melakukan pemantauan. Pada Kamis mendatang, kami juga akan menggelar rapat bersama Badan Pangan Nasional untuk membahas perkembangan komoditas beras,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Basori, terus memantau distribusi serta pergerakan harga beras di tingkat pedagang. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan Bulog, pelaku distribusi, serta pelaku ritel guna memastikan pasokan ke pasar tradisional maupun ritel modern tetap lancar.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan percaya pada data resmi ketersediaan pangan. Dengan pasokan yang mencukupi dan distribusi yang terjaga, kebutuhan pokok warga Karimun dipastikan tetap terpenuhi,” tutup Basori.
(*)
Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






