83 Ekor Sapi Asal Natuna Tiba di Karimun, Karantina Pertanian Lakukan Sterilisasi

- Author

Selasa, 6 Juni 2023 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Stasiun Karantina Pertanian lakukan sterilisasi terhadap sapi-sapi asal Natuna. (Foto: Kepriheadline.id)

Petugas Stasiun Karantina Pertanian lakukan sterilisasi terhadap sapi-sapi asal Natuna. (Foto: Kepriheadline.id)

Karimun, Kepriheadline.id – Sebanyak 83 ekor sapi kurban asal Kabupaten Natuna tiba di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (6/5/2023) malam sekira pukul 21.30 WIB.

Puluhan sapi itu didatangkan ke Karimun untuk membantu memenuhi kebutuhan sapi saat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah. Sapi-sapi itu diangkut menggunakan kapal kayu KLM Putra Natuna GT98 N0603/HHa dari Ranai.

Setibanya di Karimun, puluhan sapi itu lebih dulu menjalani proses sterilisasi dengan penyemprotan disinfeksi oleh petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas II B Tanjungbalai Karimun.

Sebelumnya, sapi-sapi itu telah menjalani masa karantina dari daerah asal selama dua pekan dan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, memastikan tidak adanya sapi-sapi yang terjangkit penyakit.

“Sebelum diturunkan dari kapal, kami lakukan penyemprotan disinfeksi terhadap sapi-sapi itu, termasuk alat angkut dan petugas di kapal. Selain itu juga, sapi-sapi sudah menjalani karantina,” kata Dokter hewan Stasiun Karantina kelas II Tanjungbalai Karimun, drh. Aris Cahyono, Senin malam.

Ia mengatakan, sapi-sapi itu nantinya akan tetap dilakukan evaluasi dan monitoring untuk mengawasi kesehatan hewan-hewan tersebut.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Balai Pemuda Tanjung Batu

“Kita tetap monitoring bersama dinas terkait. Kita memfasilitasi lalu lintas hewan, sementara apakah akan dikarantina 14 hari di sini, itu tergantung rekomendasi baik pemasukan (hewan) dan pengeluaran dari dinas,” katanya.

Disebutkan Aris, Karimun dan Natuna merupakan wilayah zona hijau dari sebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu, membuat lalu lintas dari kedua daerah diperbolehkan atau diizinkan.

“Menurut SE No 8 tahun 2022 tentang Pengendalian lalu lintas hewan, hewan dapat masuk ke zona hijau dari wilayah zona hijau juga,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, berdasarkan permintaan sebelumnya jumlah sapi yang akan didatangkan sebanyak 100 ekor, akan tetapi dikarenakan sarana pengangkut tidak mencukupi, sehingga dilakukan pembatasan oleh instansi tsrkait.

“Permohonan 100 ekor, cuma realnya 82 ekor. Dari syahbandar melihat kondisi kapal tidak muat, jadi yang diperbolehkan 82 ekor,” katanya.

(cr1/red)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

 

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Karimun Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2026 Mulai 2 Februari
Karimun Masih Miliki Satu Desa Tertinggal, Pemkab Siapkan Akselerasi Lintas OPD
Cerita Evakuasi di Damkar Karimun: Datang dengan Jari Sakit, Pulang dengan Senyum
Usai Kunjungan Mentan Amran, Karimun Dapat Bantuan Perkebunan Kelapa 500 Hektar
Nafkah Tak Cukup, Perceraian di Karimun Terus Meningkat Sepanjang 2025
Pasokan BBM Terputus di Karimun, Sejumlah SPBU Tutup dan UMKM Terdampak
Lentera Karimun Hadirkan Kopitiam Modern Dua Lantai, Lengkap dari Kuliner hingga Ruang Kerja Keluarga
Pengurus Kwarran Pramuka Meral Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:02 WIB

Satlantas Polres Karimun Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2026 Mulai 2 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:24 WIB

Karimun Masih Miliki Satu Desa Tertinggal, Pemkab Siapkan Akselerasi Lintas OPD

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:24 WIB

Cerita Evakuasi di Damkar Karimun: Datang dengan Jari Sakit, Pulang dengan Senyum

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:20 WIB

Usai Kunjungan Mentan Amran, Karimun Dapat Bantuan Perkebunan Kelapa 500 Hektar

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:51 WIB

Nafkah Tak Cukup, Perceraian di Karimun Terus Meningkat Sepanjang 2025

Berita Terbaru