Karimun, KepriHeadline.id – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Bupati Karimun secara resmi membuka Festival Jong Nusantara 2026 di Pantai Indah, Desa Pangke, Kabupaten Karimun, Sabtu (10/1/2026).
Ratusan perahu layar mini atau jong berwarna-warni tampak memadati perairan pantai dan menjadi daya tarik utama festival budaya maritim tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026, diikuti puluhan tim dari berbagai daerah, termasuk peserta mancanegara.
Festival Jong Nusantara 2026 diikuti 43 tim dengan total sekitar 400 unit jong, baik berukuran kecil maupun besar. Peserta berasal dari Kabupaten Karimun, Batam, Tanjungpinang, sejumlah wilayah di Provinsi Riau, hingga Malaysia.
Bupati Karimun mengatakan, Festival Jong Nusantara merupakan agenda strategis daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya maritim. Menurutnya, penguatan pariwisata menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah daerah memfokuskan pembangunan pada dua sektor utama, yakni investasi dan pariwisata. Festival Jong Nusantara ini menjadi bagian penting untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Bupati Karimun.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, ramainya kunjungan wisata, hingga bertumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menilai Festival Jong Nusantara tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga sarana diplomasi budaya yang efektif. Ia menyebut, perpaduan antara budaya, olahraga, dan pariwisata dapat menjadi kekuatan promosi daerah.
“Melalui event seperti ini, potensi wisata daerah dapat dipromosikan secara luas. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat,” kata Kunto.
Menariknya, Letjen TNI Kunto mengaku kehadirannya di Karimun dipicu oleh antusiasme masyarakat, termasuk para petani binaan TNI yang secara khusus meminta izin untuk mengikuti festival tersebut.
“Petani di lahan pertanian kami bahkan pulang kampung untuk mengikuti Festival Jong. Dari situ saya tertarik datang langsung, dan lomba ini juga diwakili oleh petani cabai kami,” ujarnya.
Selain perlombaan jong, Festival Jong Nusantara 2026 juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan, seperti aksi penanaman pohon serta pembagian bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus melestarikan budaya maritim sebagai warisan bangsa.
(*)Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






