Karimun, KepriHeadline.id – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo melakukan kunjungan kerja ke Kebun Ketahanan Pangan Wonotirto, Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK), Minggu (11/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin langsung panen raya sejumlah komoditas pangan, mulai dari selada, pakcoy, sawi, hingga ikan lele. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi penguatan ketahanan pangan di wilayah kepulauan perbatasan.
Pangkogabwilhan I didampingi jajaran pejabat utama Kogabwilhan I, Komandan Lanal TBK, serta Komandan Kodim 0317/TBK. Kebun Wonotirto sendiri dikembangkan sebagai model pemanfaatan lahan terbatas untuk mendukung ketersediaan pangan lokal.
Letjen TNI Kunto menegaskan, program ketahanan pangan tidak boleh berhenti pada tahap panen semata. Menurut dia, diperlukan peta jalan yang jelas dan berkelanjutan agar ketahanan pangan dapat bertransformasi menjadi kemandirian dan kedaulatan pangan.
“Ketika kita berbicara ketahanan pangan, maka harus mampu menjawab seluruh kebutuhan pangan masyarakat. Yang saya lihat adalah apakah program ini berkelanjutan dan terus meningkat menuju swasembada dan kedaulatan pangan,” ujar Kunto.
Ia juga menyoroti tantangan geografis Kabupaten Karimun yang didominasi wilayah perairan. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan transportasi, energi, serta distribusi bahan pangan.
Menurut Kunto, potensi maritim yang dimiliki Karimun harus dikelola melalui perencanaan matang dan terintegrasi, mulai dari sistem transportasi, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pemanfaatan teknologi pertanian dan perikanan modern.
“Potensi maritim Karimun sangat besar. Namun, pengembangannya harus terintegrasi dengan teknologi, infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir,” kata dia.
Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Karimun Iskandarsyah mengakui bahwa ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain masih menjadi persoalan di wilayah perbatasan. Ia menyambut baik masukan dan dukungan TNI dalam memperkuat kemandirian pangan daerah.
“Karimun merupakan daerah perbatasan. Masukan terkait kemandirian pangan sangat berharga bagi kami. Dengan pemanfaatan teknologi, kami berharap Karimun ke depan mampu mewujudkan swasembada pangan secara mandiri,” ujar Iskandarsyah.
Pengembangan pangan di Karimun ke depan diarahkan pada integrasi lintas sektor. Pembangunan maritim tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus saling terkait antara sektor ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
(*)
Eksplorasi konten lain dari Kepriheadline.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






